JAKARTA — Sejumlah purnawirawan TNI kini menempati kursi penting dalam struktur Badan Gizi Nasional (BGN) yang bertanggung jawab langsung terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kehadiran mereka memicu sorotan publik, terutama karena program MBG sedang ramai dibicarakan akibat beberapa kasus keracunan yang terjadi di berbagai daerah.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintah dengan alokasi anggaran besar, bahkan disebut-sebut mengurangi porsi belanja pendidikan. Meski demikian, distribusi makanan ke sekolah-sekolah belum sepenuhnya berjalan lancar.
Kasus keracunan yang menimpa ribuan siswa disejumlah daerah membuat banyak pihak mendesak evaluasi menyeluruh, mulai dari kualitas bahan pangan hingga tata kelola distribusinya.
Menariknya, pucuk pimpinan BGN banyak diisi oleh figur militer, khususnya perwira tinggi TNI yang sudah purna tugas. Mereka dipercaya menduduki posisi strategis, baik dalam perumusan kebijakan maupun pengawasan lapangan.
Daftar purnawirawan TNI di posisi strategis BGN:
1. Mayjen (Purn) Lodewyk Pusung – Wakil Kepala BGN
2. Brigjen (Purn) Sarwono – Sekretaris Utama BGN
3. Brigjen (Purn) Jimmy Alexander Adirman – Inspektur Utama BGN
4. Brigjen (Purn) Suardi Samiran – Deputi Penyediaan dan Penyaluran BGN
5. Mayjen (Purn) Dadang Hendrayudha – Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN
Komposisi ini menunjukkan kecenderungan penempatan figur militer di lembaga strategis non-kemiliteran.
Dengan latar belakang disiplin serta pengalaman manajerial yang kuat, para jenderal purnawirawan diharapkan mampu menjaga ketertiban dan konsistensi program.
Namun demikian, kritik dari kalangan masyarakat sipil maupun parlemen tetap mengemuka. Banyak yang menilai urusan gizi lebih tepat ditangani oleh figur dengan latar belakang kesehatan dan pangan.
Penulis: Zulkifli







