JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan penerimaan pajak bruto kumulatif periode Januari–Agustus 2025 mencapai Rp1.442,7 triliun. Angka ini tumbuh 2,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.413,4 triliun.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pertumbuhan penerimaan pajak ditopang sektor ketenagalistrikan, pertambangan bijih logam, perdagangan online, perdagangan besar, hingga pertanian tanaman.

Wakil Menteri Keuangan, Anggito Abimanyu menjelaskan pencapaian tersebut dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (22/9).

“Pendapatan negara per 31 Agustus adalah 57,2%, penerimaan pajak 54,7%, cukai 62,8%, dan PNBP 64,3% jika dibandingkan dengan outlook 2025,” ungkap Anggito.

Penerimaan Pajak Neto Rp1.135 Triliun

Jika dihitung secara neto (setelah restitusi), total penerimaan pajak mencapai Rp1.135,44 triliun atau setara 54,7% dari target outlook 2025. Meski begitu, penerimaan neto pada Agustus tercatat turun 3,8% akibat tingginya restitusi.

“Secara bruto sejak Maret konsisten tumbuh positif, namun faktor restitusi membuat penerimaan neto terkoreksi,” jelas Anggito.

Detail Penerimaan Pajak per Sektor

PPh Badan: bruto naik 7,5% jadi Rp280,08 triliun, namun neto turun 8,7% menjadi Rp194,20 triliun.

PPh Orang Pribadi: naik baik bruto maupun neto, masing-masing Rp15,98 triliun dan Rp15,91 triliun, tumbuh 38,8% dan 39,1%.

PPN & PPnBM: bruto turun 0,7% menjadi Rp631,8 triliun, sementara neto merosot 11,5% ke Rp416,49 triliun.

“Untuk neto, ada koreksi signifikan akibat restitusi,” tambah Anggito.

Target Hilir Pajak 2025

Dengan anggaran dan strategi yang disiapkan, Kemenkeu optimistis target penerimaan pajak tahun 2025 dapat tercapai meski ada fluktuasi pada penerimaan neto.

Penulis: Anugrah