MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berkomitmen memperkuat sektor pariwisata dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar setiap bulan mulai tahun depan.
Langkah ini diambil untuk menjadikan Makassar sebagai destinasi unggulan sekaligus tuan rumah berbagai event berskala nasional maupun internasional.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan keseriusan Pemkot dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pariwisata berkelanjutan.
“Kami menyiapkan Rp5 miliar setiap bulan untuk mendukung beragam event di Kota Makassar. Ini bagian dari komitmen pemerintah agar Makassar menjadi tuan rumah kegiatan besar, serta memperkuat sektor ekonomi kreatif dan industri lokal,” ujar Munafri saat mendampingi Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, pada puncak Dies Natalis ke-34 Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar, Sabtu (20/9).
Pernyataan tersebut disambut antusias oleh Menteri Pariwisata. Widiyanti terlihat sumringah mendengar rencana Pemkot yang dinilai strategis untuk mendukung pariwisata nasional.
Munafri menambahkan, dana tersebut juga akan digunakan untuk memperbaiki fasilitas dan infrastruktur kota agar siap menggelar festival, konferensi internasional, konser, hingga event olahraga. Ia menekankan tujuan besar program ini adalah memastikan hotel-hotel di Makassar selalu terisi penuh dan UMKM mendapat manfaat langsung.
Selain fokus pada event, Pemkot juga berencana mengeksplorasi potensi wisata alam, terutama berbasis kelautan. “Kami ingin membuka akses ke destinasi baru berbasis alam dan laut agar daya tarik wisatawan semakin besar,” ungkap Munafri.
Ia juga berharap Kementerian Pariwisata dapat memberikan dukungan lebih lanjut, baik berupa promosi maupun program pengembangan, guna memaksimalkan potensi Makassar sebagai destinasi unggulan.
Sementara itu, Menteri Widiyanti menegaskan pentingnya pendidikan pariwisata untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Ia menyampaikan rencana pengembangan lebih banyak Politeknik Pariwisata di berbagai daerah serta gerakan wisata bersih yang digelar serentak pada 15 September lalu.
Menurutnya, Poltekpar Makassar sudah menunjukkan kualitas luar biasa dalam melahirkan SDM pariwisata berdaya saing global. Ia pun menekankan perlunya kurikulum yang selaras dengan pelestarian alam, budaya, dan kebutuhan industri modern.
“Dengan semakin banyaknya lembaga pendidikan pariwisata berkualitas, kita bisa mencetak tenaga kerja handal yang mampu bersaing di kancah internasional,” kata Widiyanti.
Penulis: Anugrah







