MAKASSAR — Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan melaksanakan aksi “Gerakan Wisata Bersih”.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan ini berupa pembersihan pantai sepanjang kurang lebih dua kilometer, meliputi kawasan Pantai Layar Putih, Pantai Tanjung Byaang, Pantai Merdeka, hingga Pantai Biru.

Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan World Tourism Day dengan tema tahun ini “Tourism and Sustainable Transformation”, sekaligus memeriahkan Dies Natalis Poltekpar Makassar.

Gerakan ini juga selaras dengan program Kementerian Pariwisata yang menjadikan Gerakan Wisata Bersih (GWB) sebagai prioritas utama. Melalui kegiatan ini, Poltekpar berupaya memperkuat kolaborasi dalam menciptakan destinasi yang bersih, indah, dan berkelanjutan.

Direktur Poltekpar Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja, MM.Par., menegaskan bahwa aksi ini tidak hanya sebatas simbol, tetapi juga wujud nyata kontribusi civitas academica.

“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan destinasi wisata adalah langkah awal menuju pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan. Semoga Gerakan Wisata Bersih ini bisa menjadi budaya positif yang terus berlanjut,” ujarnya.

Sebanyak 1.778 peserta, yang terdiri dari dosen, pegawai, dan mahasiswa, terlibat aktif mengumpulkan sampah plastik, botol bekas, dan limbah lainnya. Selain berdampak langsung pada kebersihan pantai, kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran masyarakat sekitar untuk lebih peduli menjaga lingkungan.

Uniknya, lokasi pembersihan pantai tersebut nantinya juga akan dilintasi oleh peserta “Run Tourism 2025” yang digelar pada 21 September mendatang. Hal ini menjadi simbol bahwa sport tourism dapat sejalan dengan pariwisata berkelanjutan.

Sebagai lanjutan, Poltekpar Makassar juga akan mengadakan kegiatan “Implementasi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan melalui Eco-Enzyme dalam Mewujudkan Green Campus dan Pencapaian SDGs” pada 26 September 2025. Agenda ini melibatkan dosen, mahasiswa, dan pegawai untuk memperkuat budaya pengelolaan sampah yang inovatif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Poltekpar Makassar menegaskan komitmennya mendukung program pemerintah dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, khususnya dengan penerapan nilai-nilai Sapta Pesona yang menekankan kebersihan, keindahan, dan kelestarian destinasi.

Sebagai kampus pariwisata rujukan di kawasan timur Indonesia, Poltekpar terus mendorong lahirnya inovasi dan aksi nyata demi terwujudnya pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Penulis: Zulkifli