MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima kunjungan dari Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) di Baruga Angin Mamiri, Rumah Jabatan Wali Kota, pada Jumat (1/8).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pertemuan ini turut dihadiri para guru besar dan dosen Ilmu Komunikasi dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Munafri yang akrab dipanggil Appi menyampaikan bahwa citra Makassar seringkali disalahartikan, terutama oleh pemberitaan media.

“Selama ini, banyak yang menilai Makassar sebagai kota demonstrasi, kota yang gaduh. Sebenarnya tidak demikian. Makassar adalah kota yang aman, damai, dan sangat nyaman untuk dikunjungi,” kata Appi.

Ia menambahkan, penataan Kota Makassar yang semakin baik juga berdampak positif terhadap persepsi wisatawan dan tamu dari luar daerah.

“Makassar terus berkembang. Pertumbuhan ekonominya selalu berada di atas rata-rata nasional. Ini membuktikan bahwa kota ini terbuka bagi siapa saja,” ujarnya.

Di hadapan para akademisi Ilmu Komunikasi, Appi juga menyoroti karakter Makassar sebagai kota pesisir dengan populasi sekitar 1,4 juta jiwa.

Menurutnya, Makassar bukan hanya menjadi pusat ekonomi dan budaya, tetapi juga kota bersejarah dengan identitas lokal yang kuat.

“Makassar adalah kota tua dengan peradaban yang sudah maju sejak dulu. Kita memiliki bahasa, aksara, dan budaya sendiri yang tetap lestari hingga kini,” tambahnya.

Kehadiran ASPIKOM ini juga menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah daerah dengan akademisi, khususnya dalam membangun narasi komunikasi yang positif bagi kota dan warganya.

Kunjungan ASPIKOM ke Makassar tidak hanya mempererat jejaring akademik, namun juga membuka kesempatan sinergi antara dunia pendidikan tinggi dengan pemerintah dalam menciptakan narasi komunikasi yang inklusif dan inspiratif.

Ketua ASPIKOM terpilih periode 2025–2028, Prof. Anang Sujoko, mengapresiasi sambutan hangat dari Wali Kota Munafri Arifuddin serta keramahan masyarakat Makassar.

“Kami sangat berterima kasih dapat menyelesaikan kongres ini dengan lancar. Lebih penting lagi, kami merasa diterima dengan hangat oleh warga Makassar, khususnya Pak Wali Kota. Sambutannya luar biasa,” tutur Prof. Anang.

Ia juga mengungkapkan bahwa suasana damai selama kongres menjadi bukti nyata Makassar adalah kota yang membawa inspirasi dalam hal kedamaian dan optimisme.

“Tidak ada hal negatif yang kami alami, semua berjalan dengan lancar dan damai. Ini menunjukkan Makassar sebagai kota penuh harapan,” lanjutnya.

Prof. Anang juga mendoakan agar Makassar terus berkembang di bawah kepemimpinan yang berkelanjutan.

“Kami doakan Pak Wali sukses, dan semoga kepemimpinannya terus memberikan yang terbaik untuk Makassar,” ujarnya.

Sementara itu, akademisi dari Universitas Hasanuddin, Prof. Muhammad Akbar, menuturkan lebih dari 200 perwakilan peserta kongres hadir di Makassar dan merasa nyaman selama berada di kota ini.

“Para peserta bisa menikmati Makassar, termasuk kuliner khas yang tersedia 24 jam. Semoga pengalaman ini menjadi kenangan baik bagi semuanya,” kata Prof. Akbar.

Penulis: Ardhi