SULSEL — Langkah cepat diambil pihak kepolisian dan pemerintah daerah untuk meredam ketegangan di Makassar usai konflik antarorganisasi daerah (organda) yang sempat memanas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pihak Polrestabes Makassar melalui Tim Jatanras, mengumumkan keberhasilan penangkapan terduga pelaku penikaman yang diduga sebagai pemicu awal konflik tersebut.

Kedua terduga pelaku diamankan di Mapolsek Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah, dan kabar penangkapan langsung diunggah melalui akun Instagram resmi Tim Jatanras Polrestabes Makassar.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menegaskan bahwa tindakan tegas diambil sebagai upaya penegakan hukum dan menjaga stabilitas keamanan di kota Makassar. “Pelaku tindak pidana akan kami amankan,” ujarnya, Kamis (31/7).

Arya juga menyoroti pentingnya peran seluruh pihak untuk tetap menjaga suasana kondusif di tengah masyarakat. Ia mengimbau seluruh organda agar tidak mudah terprovokasi maupun menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi.

“Kami mengimbau seluruh organda agar tetap tenang dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum pasti,” lanjut Arya.

Dalam keterangannya, Arya menyebutkan bahwa jumlah pelaku yang diamankan lebih dari dua orang. Selain penangkapan di Morowali, beberapa individu juga telah ditangkap di Makassar terkait kepemilikan senjata tajam, meski rincian jumlah pelaku dan barang bukti masih belum diumumkan secara lengkap.

“Untuk saat ini, sudah lebih dari dua orang yang kami amankan. Ada juga yang ditangkap di lokasi lain, termasuk di Makassar, khusus terkait kasus senjata tajam,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana, masih belum memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan penanganan kasus.

Diketahui, dua pekan terakhir, Kota Makassar diguncang konflik antar kelompok mahasiswa dari dua daerah berbeda. Aksi tersebut melibatkan kelompok bertopeng bersenjata tajam yang memasuki lima kampus besar di Makassar dan memicu kekhawatiran publik setelah spanduk tantangan perang terbuka dibentangkan.

Situasi yang menghangat ini mendorong Wali Kota Makassar bersama empat pimpinan daerah lainnya menggelar pertemuan darurat, didampingi Kapolrestabes Kombes Pol Arya Perdana serta Dandim 1408/BS Kolonel Inf Franki Susanto, demi memastikan situasi dapat segera terkendali dan masyarakat kembali merasa aman.

Penulis: Natan/**