GOWA—Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, didampingi Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni, meresmikan pembangunan Rumah Sakit Umum D Pratama Kabupaten Gowa di Kecamatan Bontonompo, Kamis (30/1).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut Adnan, pembangunan RS Pratama ini merupakan solusi atas meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Gowa. Kapasitas RSUD Syekh Yusuf yang ada saat ini tidak lagi mencukupi untuk melayani seluruh warga.

“Dulu kita membangun RSUD Syekh Yusuf untuk mengcover seluruh masyarakat Gowa. Namun, seiring waktu, kebutuhan pelayanan terus meningkat. Oleh karena itu, kami membangun RS Pratama ini agar masyarakat di Bontonompo, Bontonompo Selatan, Bajeng, Bajeng Barat, dan Barombong mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih dekat,” jelas Adnan.

Ia juga menambahkan bahwa RS ini nantinya akan melayani masyarakat dari sebagian wilayah Kabupaten Takalar, sehingga mereka tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkan perawatan medis.

“Tahun ini, kita fokus menyelesaikan pembangunan, mendapatkan akreditasi, dan menjalin kerja sama dengan BPJS. Dengan begitu, masyarakat yang memiliki kartu BPJS bisa langsung mendapatkan layanan di RS Pratama ini,” tambahnya.

Bupati dua periode ini berharap kehadiran RS Pratama tidak hanya memberikan akses yang lebih luas tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Gowa.

“Kurang dari tujuh hari masa jabatan saya dan Pak Wabup berakhir, saya ingin memastikan bahwa RS ini tidak hanya megah dari luar, tetapi juga memiliki layanan yang lebih baik dari rumah sakit lain, demi masyarakat Gowa,” harapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, drg Abdul Haris Usman, mengungkapkan bahwa pembangunan RS Pratama merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Adnan-Kio di periode kedua. Pembangunan dimulai sejak 2019, sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, dan dilanjutkan kembali pada 2021.

“Pada 2021, pembangunan lantai 1 dan 2 menelan biaya Rp 29 miliar. Tahap kedua pada 2023 untuk lantai 3 menghabiskan Rp 16 miliar, sehingga total anggaran mencapai Rp 45 miliar lebih. Pada 2024, rumah sakit ini dilengkapi dengan alat kesehatan serta sarana dan prasarana lainnya, sehingga diharapkan bisa beroperasi pada awal 2025,” jelasnya.

RS Pratama ini akan segera menjalani proses akreditasi agar dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Fasilitas yang tersedia mencakup layanan gawat darurat, empat ruang poli rawat jalan, serta 45 tempat tidur.

“Kami berharap ke depan, rumah sakit ini bisa ditingkatkan statusnya dari tipe D menjadi tipe C, sehingga dapat mengurangi beban rujukan ke RSUD Syekh Yusuf yang sering melebihi kapasitas,” tutup Abdul Haris Usman.

Peresmian ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, Forkopimda Gowa, para pimpinan SKPD, camat, serta tenaga kesehatan lingkup Pemkab Gowa.

Penulis: Natan