MAKASSAR — Halaman Balaikota Makassar, Jumat (29/11), menjadi saksi peringatan HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-53 yang berlangsung khidmat.
Upacara ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto atau yang akrab disapa Danny Pomanto, di tengah akhir masa jabatannya.
Dalam momen ini, Danny menyampaikan pidato seragam dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang berisi enam poin penting bagi ASN Korpri:
1. Perkuat solidaritas dan kerja sama untuk menjaga stabilitas nasional.
2. Optimalkan pelayanan publik melalui teknologi digital.
3. Disiplin dan patuhi hukum dalam setiap tugas.
4. Kurangi ketergantungan impor untuk memperkuat perekonomian bangsa.
5. Prioritaskan pengentasan kemiskinan.
6. Jaga netralitas demi menjaga profesionalitas.
Pesan-pesan ini menjadi arahan strategis bagi seluruh anggota Korpri untuk terus mendukung program-program pemerintah pusat.
Namun, sorotan utama upacara kali ini adalah pesan emosional Danny Pomanto sebagai penutup masa baktinya.
Dengan penuh rasa syukur dan haru, Danny mengajak seluruh jajaran ASN untuk menjadikan momen HUT Korpri sebagai refleksi atas dedikasi yang telah diberikan selama ini.
“Mari kita bekerja maksimal hingga akhir, karena tak lama lagi Makassar akan memiliki pemimpin baru hasil Pilkada serentak. Jaga kekompakan, tetap setia pada pemimpin, dan doakan agar yang baru bisa membawa Makassar lebih baik lagi,” ujarnya.
Danny juga mengungkapkan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh ASN dan non-ASN Pemkot Makassar atas kerja keras dan komitmen yang menjadikan Makassar dikenal hingga tingkat internasional.
“Saya titip Makassar untuk dijaga. Saya percaya kalian semua mampu melanjutkan apa yang sudah kita capai. Setialah pada pemimpin baru kita nanti,” tuturnya dengan penuh keyakinan.
Upacara diakhiri dengan pembacaan doa dan lagu Mars Korpri, menandai akhir sebuah era dan awal harapan baru bagi Kota Makassar.
Pesan Danny Pomanto hari itu bukan hanya penutup masa jabatannya, tapi juga amanat penuh makna bagi generasi penerus di pemerintahan Makassar.**







