SULSEL — Empat pejabat tinggi pratama (eselon II) di lingkungan Pemprov Sulsel memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya dalam beberapa bulan terakhir.
Keputusan ini didominasi alasan pribadi dan pertimbangan karier, bukan desakan atau tekanan dari pihak manapun.
Pejabat yang mengundurkan diri yakni Junaedi Bakri (Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan), Ashari Fakhsirie Radjamilo (Kepala Dinas UKM dan Koperasi), Andi Muhammad Arsjad (Kepala Dinas Ketahanan Pangan), dan Salehuddin atau Bobi (Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah).
Andi Muhammad Arsjad, salah satu yang memilih pensiun dini, menegaskan bahwa keputusannya murni didorong alasan kesehatan dan keinginan untuk lebih dekat dengan keluarga.
Ia membantah ada tekanan dalam proses pengunduran dirinya.
“Ini murni keputusan pribadi, tanpa ada unsur paksaan. Kami sudah lama merencanakannya,” ujar Arsjad, belum lama ini.
Sementara itu, Salehuddin dan Junaedi mundur dari jabatan namun tetap berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Baik Salehuddin maupun Junaedi diketahui telah menyampaikan surat pengunduran diri mereka kepada Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, yang kemudian menyetujui permohonan tersebut.
Ashari Fakhsirie Radjamilo juga memilih mundur dengan alasan pribadi, meskipun tidak secara rinci memaparkan pertimbangannya kepada publik.
Plt Kepala BKD Sulsel, Sukarniaty Kondolele, menyampaikan bahwa proses pengunduran diri keempat pejabat tersebut telah sesuai prosedur dan telah mendapat persetujuan dari Gubernur.
“Mereka tetap berstatus sebagai PNS, hanya mengundurkan diri dari jabatan struktural,” jelas Sukarniaty.
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman sendiri menanggapi pengunduran diri ini secara terbuka. Ia menyebut dinamika dalam pemerintahan adalah hal yang wajar dan akan terus mendorong sinergi pemerintahan ke depan.
Penulis: Zulkifli







