MAKASSAR — Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) IV Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi ajang refleksi sekaligus momentum strategis bagi seluruh kader.
Dalam sambutannya, Ketua DPW PPP Sulsel, Imam Fauzan AU, menegaskan bahwa Muskerwil kali ini tak hanya difokuskan pada persiapan menuju Muktamar di Bali yang akan digelar pada 29 September hingga 1 Oktober mendatang, tetapi juga sebagai ajang evaluasi dan penyatuan visi kader.
Menurutnya, para kader tidak seharusnya hanya terfokus pada dinamika pemilihan ketua umum. Lebih dari itu, mereka diharapkan turut aktif mendorong pembaruan penting dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) demi kemajuan partai ke depan.
“Kita perlu lebih dari sekadar figur. Kita butuh arah, pembaruan sistem, dan kekompakan. Dari Sulawesi Selatan, kita mulai langkah menuju kebangkitan nasional,” tegas Imam.
Ia juga menyoroti kondisi PPP yang saat ini berada di luar lingkar kekuasaan dan tidak memiliki perwakilan di DPR RI.
Meski demikian, semangat perjuangan disebutnya tidak padam. Bahkan, Sulawesi Selatan tercatat sebagai provinsi dengan lonjakan suara tertinggi secara nasional bagi PPP, yang menjadi titik terang bagi masa depan partai.
“Kita mungkin perlu mundur dua atau tiga langkah seperti pemanah, tapi itu untuk melesat lebih jauh. Titik balik PPP dimulai dari Sulawesi Selatan,” ujarnya di hadapan para pimpinan, kader, dan tokoh PPP.
Imam juga mengingatkan bahwa perjuangan politik bukan semata soal kekuasaan, tetapi menyangkut etika, pengabdian, dan strategi.
Ia menegaskan pentingnya sikap kader yang tetap mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak kepada umat, sambil tetap kritis dan santun dalam memberikan masukan.
Muskerwil IV ini turut dihadiri oleh Sekjen DPP PPP Muhamad Arwani Thomafi, Wakil Ketua Umum DPP PPP Amir Uskara, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, serta jajaran pengurus dan kader PPP dari seluruh Sulsel.
Penulis: Ardhi






