MAKASSAR—Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menggelar aksi nyata membantu korban banjir di Sulawesi Selatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Melalui Tim Tanggap Darurat, Unhas menyalurkan berbagai bantuan logistik ke beberapa wilayah terdampak di Kota Makassar dan sekitarnya.

Pelepasan bantuan ini dilakukan langsung oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, di halaman Gedung Rektorat, Kampus Tamalanrea, pada Selasa kemarin.

Prof. JJ menekankan pentingnya solidaritas dan tanggung jawab sosial universitas dalam membantu masyarakat di tengah musibah.

“Unhas bukan hanya institusi pendidikan, tetapi juga humaniversity yang hadir di tengah masyarakat, terutama dalam masa-masa sulit seperti ini. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir,” ujar Prof. JJ penuh haru.

Tak hanya menyalurkan logistik berupa kebutuhan pokok seperti beras, mie instan, dan air mineral, aksi solidaritas ini juga menghimpun donasi sebesar Rp 56,6 juta dari sivitas akademika Unhas dan masyarakat umum.

Bahkan, dukungan tambahan datang dari Masjid Ummul Hasanah dan dosen Unhas dengan total dana Rp 30 juta, yang telah dikonversi menjadi bahan pokok untuk disalurkan ke pengungsian.

Dalam aksi ini, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unhas juga turut berperan aktif.

Mereka tidak hanya membantu distribusi bantuan tetapi juga terlibat langsung dalam penyelamatan korban di lapangan.

Sinergi antara mahasiswa dan sivitas akademika ini mencerminkan semangat kolaborasi dan empati yang patut ditiru.

“Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa generasi muda mampu menjadi agen perubahan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tambah Prof. JJ.

Unhas juga membuka pintu bagi siapa saja yang ingin berkontribusi membantu korban banjir. Donasi dapat disalurkan melalui rekening resmi Universitas Hasanuddin atau Virtual Account BNI.

Langkah ini diharapkan menginspirasi lebih banyak pihak untuk bergabung dalam gerakan solidaritas kemanusiaan.

Dengan bantuan logistik yang meliputi 80 zak beras, 80 karton mie instan, ribuan botol air mineral, hingga dana tunai, Unhas kembali menegaskan perannya sebagai pelopor perubahan sosial.

Keberadaan perguruan tinggi di masa bencana menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga soal kepedulian dan aksi nyata.

Dengan semangat kemanusiaan, Universitas Hasanuddin terus menggerakkan roda solidaritasnya. Prof. JJ berharap aksi ini dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk saling bergandengan tangan menghadapi bencana.

“Bersama, kita bisa melewati semua tantangan,”tutupnya optimis.

Penulis: Anugrah