Lintaskabari.id, Makassar – Dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80, PT PLN (Persero) kembali menyalakan harapan bagi lebih dari tiga ribu keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Melalui program bertajuk “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan”, insan PLN turun langsung membantu masyarakat yang hingga kini belum menikmati terang listrik.

Khusus di wilayah Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), PLN melaksanakan penyalaan serentak sambungan listrik gratis bagi 448 rumah tangga kurang mampu.

Bantuan ini merupakan hasil donasi para pegawai PLN melalui program Light Up The Dream, yang bertujuan meringankan beban masyarakat dalam memperoleh akses listrik.

Salah satu penerima manfaat, Hamka, seorang tukang batu asal Kabupaten Gowa, mengaku bersyukur akhirnya memiliki sambungan listrik sendiri.

“Terima kasih kepada pegawai PLN atas bantuan listrik gratis ini. Dulu saya hanya menyalur dari tetangga. Sekarang, dengan meteran kWh sendiri, kami bisa menikmati listrik lebih leluasa. Semoga bermanfaat bagi keluarga kami,” ungkapnya penuh haru.

Apresiasi terhadap program ini juga datang dari Wakil Bupati Polewali Mandar, Andi Nursami Masdar, yang menilai aksi sosial tersebut membawa dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada PLN atas kepeduliannya. Semoga listrik ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh warga dan menjadi penerang kehidupan mereka,” ujarnya.

Di kesempatan lain, Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, turut menyampaikan penghargaan kepada insan PLN atas pelaksanaan program Light Up The Dream di wilayahnya.

“Program ini membawa kebahagiaan bagi masyarakat kurang mampu yang belum menikmati listrik. Kini mereka bisa hidup lebih layak, anak-anak belajar di malam hari, dan aktivitas ekonomi semakin terbantu. Kami berharap kerja sama positif ini terus berlanjut hingga seluruh pelosok Bombana merasakan manfaat listrik,” tuturnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menjelaskan bahwa momentum HLN ke-80 menjadi ajang bagi insan PLN untuk berbagi manfaat nyata kepada masyarakat sekitar.

“Listrik bukan sekadar penerang, tapi juga penopang ekonomi dan peningkatan kualitas hidup. Melalui Light Up The Dream, kami ingin mewujudkan mimpi keluarga pra-sejahtera agar merasakan energi yang berkeadilan,” jelasnya.

Selain bantuan sambungan listrik, Yayasan Baitul Maal PLN juga menyalurkan paket sembako bagi masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial.

Edyansyah menambahkan, hingga kini insan PLN UID Sulselrabar telah melistriki 5.866 keluarga sejak program Light Up The Dream diluncurkan pada tahun 2020.

“Insya Allah, kegiatan ini akan terus kami lanjutkan. Tujuannya untuk menumbuhkan semangat berbagi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dengan gotong royong, kita bisa mewujudkan akses listrik merata bagi semua,” pungkasnya. (Ag)