Lintaskabar.id, Makassar  – Transformasi di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Makassar kian terasa sejak kepemimpinan Plt Sekretaris DPRD Makassar, Andi Rahmat Mappatoba. Berbagai langkah pembenahan yang ia lakukan mendapat apresiasi luas dari para legislator, salah satunya Muchlis Misbah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut Muchlis, perubahan positif di sekretariat dimulai dari hal sederhana namun berdampak besar, seperti penataan area parkir dan pengaspalan halaman kantor. Langkah kecil tersebut, katanya, berhasil menciptakan suasana kerja yang lebih nyaman dan tertib.

“Perhatian terhadap hal-hal kecil ternyata berdampak besar pada suasana kerja,” ujar Muchlis, Minggu (24/8/2025).

Namun, transformasi yang dilakukan Andi Rahmat tak berhenti pada aspek fisik. Ia juga menekankan pembinaan kedisiplinan dan etos kerja pegawai melalui pendekatan yang tegas, disiplin, namun tetap memberi teladan.

“Bukan cuma saya, banyak dewan lain juga mengapresiasi perubahan kedisiplinan yang signifikan. Pegawai kini lebih rapi dan teratur dalam menjalankan tugas,” tambah Muchlis, anggota Komisi D DPRD Makassar.

Salah satu inovasi yang mencuri perhatian adalah kebiasaan seluruh pegawai berdiri tegak saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan setiap pagi dan sore. Kebijakan ini dinilai mampu menumbuhkan kembali semangat kebangsaan dan nasionalisme di lingkungan kerja.

Tak hanya itu, suasana religius pun semakin terasa. Kumandang adzan kini tersambung ke seluruh ruangan kantor, menjadi pengingat waktu salat bagi pegawai muslim.

“Itulah contoh baik yang dihadirkan Pak Sekwan. Kita sangat terbantu karena keseimbangan antara pekerjaan dan ibadah terjaga,” ungkap Muchlis, yang juga menjabat Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Makassar.

Dengan disiplin yang meningkat, atmosfer kerja yang tertata, serta nilai kebangsaan dan religius yang hidup, Andi Rahmat Mappatoba dinilai berhasil membawa transformasi nyata di Sekretariat DPRD Makassar.

“Perubahan ini sangat positif. Sekretariat DPRD kini bukan hanya tempat bekerja, tetapi juga wadah pembentukan karakter, integritas, dan semangat pengabdian,” tutup Muchlis. (Ar)