MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SD Mangkura di Jalan Botlem, Rabu kemarin.
Tanpa didampingi awak media atau jajaran SKPD, kunjungan ini dilakukan untuk memantau langsung kondisi proses belajar-mengajar di sekolah tersebut.
Munafri menjelaskan bahwa tujuan sidaknya adalah memastikan lingkungan sekolah menjadi tempat yang nyaman, bersih, dan sehat bagi siswa.
Namun, ia menemukan sejumlah permasalahan yang perlu segera ditangani.
“Saya datang ke SD Mangkura yang berada di tengah kota. Di sana ada lima sekolah dalam satu kompleks. Tapi saya lihat ada ketimpangan fasilitas antar ruang kelas,” ujar Munafri, Rabu malam.
Ia mencontohkan dua kelas yang berdampingan namun memiliki kondisi berbeda.
“Satu kelas sejuk dengan AC, kelas di sebelahnya panas, tanpa kipas ataupun AC. Ini jelas menunjukkan adanya kesenjangan,” tegasnya.
Munafri menekankan bahwa seluruh ruang kelas seharusnya mendapatkan fasilitas yang setara tanpa adanya perlakuan khusus.
Ia juga menyoroti kondisi kebersihan yang tidak merata. Beberapa kelas tampak bersih dan rapi, namun di sisi lain, ada ruangan dengan plafon kotor dan penyimpanan barang yang berantakan.
“Kebersihan adalah bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak harus diperkenalkan sejak dini dengan lingkungan yang sehat dan teratur,” jelasnya.
Tak hanya itu, Munafri juga mengingatkan pihak sekolah untuk tidak melakukan pungutan liar kepada pedagang kantin atau membebani orang tua siswa.
Di kompleks SD Mangkura yang memiliki lima kantin, ia meminta agar semuanya diawasi dan tidak disalahgunakan.
Ia juga meninjau kondisi toilet dan gudang sekolah. Di SD Mangkura 4, ia menemukan toilet yang dikelilingi tumpukan kardus dan kertas bekas, yang berpotensi menjadi sarang nyamuk dan membahayakan kesehatan siswa.
“Gudang harus segera dibersihkan. Jangan dibiarkan jorok seperti itu,” pungkas Munafri.
Penulis: Ardhi







