Lintaskabar.id, Makassar – Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban jatuhnya pesawat akhirnya tuntas, tim SAR gabungan menemukan dua korban terakhir di area jurang Bulusaraung sekitar lokasi kejadian. Jumat (22/1).
Tim temukan dua korban terakhir di jurang Bulusaraung
Dengan penemuan tersebut, tim SAR gabungan menyatakan seluruh korban dalam peristiwa jatuhnya pesawat telah ditemukan.
Basarnas terima laporan langsung dari lapangan
Kasi Ops Basarnas Kota Makassar, Andi Sultan, menyampaikan kabar itu setelah menerima laporan dari tim SAR di lokasi.
“Pagi ini kami menerima laporan dari tim SAR gabungan bahwa dua korban terakhir telah ditemukan di jurang. Dengan demikian, seluruh korban jatuhnya pesawat sudah ditemukan semuanya,” katanya.
Tim hadapi medan curam saat evakuasi
Andi menjelaskan tim SAR menghadapi proses evakuasi yang sulit karena korban berada di jurang dengan medan curam dan akses terbatas. Karena itu, tim bekerja ekstra sambil mengutamakan keselamatan personel saat menuruni lokasi dan mengangkat korban.
Unsur gabungan sisir lereng dan jurang sejak awal operasi
Sejak awal operasi, unsur TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, dan relawan mengerahkan personel secara maksimal. Tim menyisir area sekitar titik jatuhnya pesawat, termasuk lereng dan jurang di sekitar lokasi utama.
Dody apresiasi kerja tim dan dukungan warga
Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Priyo Hadi, mengapresiasi kerja keras personel SAR Gabungan, mengakui dukungan pemerintah daerah, serta menghargai doa dan bantuan masyarakat selama pencarian dan evakuasi.
“Sejak hari Sabtu kami melakukan pencarian. Alhamdulillah, pada hari ketujuh seluruh korban beserta benda-benda penting dari pesawat berhasil ditemukan,” ujar Kolonel Dody di Posko SAR Gabungan, Kantor Desa Tompobulu, Kecamatan Ballocci, Jumat (23/1/2026).
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Ballocci dan Pemerintah Desa Tompobulu yang memberikan dukungan penuh selama operasi SAR.
Warga bantu logistik hingga tempat tinggal relawan
Kolonel Dody menyoroti peran warga yang turut membantu tim, baik saat tim melakukan pencarian maupun ketika tim memenuhi kebutuhan di lapangan.
“Terima kasih kepada seluruh warga Desa Tompobulu dan Kecamatan Ballocci. Mereka membantu mulai dari pencarian di lapangan, menyiapkan logistik dan makanan, hingga menyediakan tempat tinggal bagi relawan,” ungkapnya.
Menurutnya, seluruh unsur yang terlibat mewujudkan keberhasilan operasi ini melalui kolaborasi dan kekompakan.
“Semoga kerja sama dan kekompakan ini menjadi contoh bahwa setiap persoalan dapat diatasi dengan kebersamaan,” katanya.
Tim temukan dua jasad, genapkan total 10 korban
Pada Jumat (23/1/2026) pagi, Tim SAR Gabungan menemukan dua jasad penumpang ATR 42-500. Dengan temuan itu, tim menggenapkan total 10 jasad korban dan menyatakan seluruh penumpang telah ditemukan.
“Alhamdulillah, berkat doa keluarga di seluruh Indonesia, hari ini pukul 08.33 Wita ditemukan satu paket, disusul satu paket lainnya pukul 08.59 Wita. Paket kesepuluh ditemukan oleh Tim Elang 5,” jelas Kolonel Dody.
Evakuasi berlanjut, tim pantau cuaca
Kolonel Dody memaparkan perkembangan evakuasi. Tim menemukan lima jasad pada Kamis (22/1/2026) dan membawa tiga di antaranya ke Makassar. Sementara itu, tim melanjutkan evakuasi jasad lain melalui jalur udara.
“Dua paket sudah tiba di Lanud Sultan Hasanuddin. Kami masih menunggu tiga paket lainnya,” katanya.
Tim masih mengevakuasi dua jasad yang ditemukan Jumat pagi menuju titik penjemputan helikopter.
“Kita berdoa bersama agar cuaca tetap mendukung dan angin tidak kencang, sehingga seluruh proses evakuasi dapat berjalan lancar,” ucapnya. (Zi)







