Lintaskabar.id, Makassar — Pemerintah Kota Makassar tidak hanya mengandalkan infrastruktur dan sistem peringatan dini untuk membangun kota tangguh bencana. Pemkot juga menyusun kebijakan penanggulangan bencana yang melindungi seluruh warga serta memberi kesempatan yang sama untuk selamat dan beradaptasi. Karena itu, pemkot menempatkan penyandang disabilitas sebagai prioritas dalam perencanaan kebencanaan dan adaptasi iklim.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pemkot Menggandeng Akademisi untuk Memperkuat Kebijakan Inklusif

Kesadaran atas tingginya kerentanan penyandang disabilitas dalam situasi darurat mendorong pemkot memperkuat pendekatan yang lebih inklusif. Selain itu, pemerintah menggandeng akademisi dan peneliti untuk membangun tata kelola penanggulangan bencana yang responsif sekaligus berkeadilan sosial, sehingga tidak ada warga yang tertinggal ketika bencana terjadi.

Munafri Menerima Policy Brief dan Menegaskan Komitmen Inklusi

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan komitmen tersebut saat menerima audiensi peneliti Alisa Salsabila. Dalam pertemuan itu, Alisa menyerahkan policy brief berjudul “Tata Kelola Penanggulangan Bencana dan Adaptasi Iklim Inklusif Disabilitas di Kota Makassar”, Kamis (22/1/2026).

Alisa Memetakan Risiko dan Menemukan Kebutuhan Penguatan Regulasi

Alisa Salsabila Indrawan menjelaskan policy brief itu menyoroti tingginya risiko kematian penyandang disabilitas saat bencana akibat berbagai keterbatasan. “Di Kota Makassar terdapat 5.170 penyandang disabilitas. Saya menganalisis 23 dokumen kebijakan dari level internasional, nasional, hingga lokal, dan menemukan masih perlunya penguatan kebijakan inklusif,” ungkap Alisa.

Munafri Mengingatkan Akses Keselamatan Harus Menjangkau Semua

Munafri menilai temuan tersebut mempertegas pentingnya perencanaan bencana yang inklusif karena penyandang disabilitas kerap berada di posisi paling rentan saat keadaan darurat. “Ada kasus di mana penyandang disabilitas tidak bisa menyelamatkan diri saat bencana karena keterbatasan akses. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan tidak ada yang tertinggal,” ujarnya.

Pemkot Menjadikan Rekomendasi Riset sebagai Referensi Regulasi

Munafri mengapresiasi rekomendasi dalam policy brief tersebut dan mendorong perangkat daerah menjadikannya rujukan untuk menyempurnakan regulasi kesiapsiagaan bencana. “Apa yang menjadi rekomendasi dari penelitian ini mudah-mudahan bisa menjadi bahan kita untuk memperbaiki hal-hal yang belum tercapai, agar Makassar benar-benar menjadi kota yang inklusif bagi semua,” jelasnya.

Pemkot Mengubah Paradigma dan Membuka Ruang Partisipasi Disabilitas

Munafri menekankan perlunya perubahan paradigma agar masyarakat tidak memandang penyandang disabilitas hanya sebagai penerima bantuan. Ia mendorong pemerintah membuka ruang partisipasi dan melibatkan mereka karena mereka juga memiliki kapasitas serta potensi untuk berkontribusi. “Selama ini stigma yang berkembang adalah mereka butuh penanganan khusus, padahal dengan kemampuan yang mereka miliki, mereka juga bisa berkontribusi. Pemerintah harus membuka ruang dan melibatkan mereka,” ujar Munafri.

Pemkot Memperluas Program Pemberdayaan di Lingkungan Kerja

Sebagai langkah nyata, Munafri menyebut pemkot telah menjalankan program pemberdayaan dengan melibatkan penyandang disabilitas di lingkungan kerja dan berbagai kegiatan pemerintah. “Kami sudah mempekerjakan penyandang disabilitas sebagai salah satu tenaga ahli di pemerintah kota. Artinya kita tidak hanya memberi ruang, tapi juga melibatkan mereka dalam aktivitas dan lingkungan kerja yang mereka inginkan,” jelasnya.

Munafri Meminta Infrastruktur dan Sekolah Ramah Disabilitas Dirancang Sejak Awal

Meski demikian, Munafri mengakui pemkot masih perlu memperkuat infrastruktur ramah disabilitas. Ia menegaskan pembangunan kota ke depan harus memperluas aksesibilitas pada pedestrian, gedung, hingga fasilitas sekolah, serta memperkuat pendidikan inklusif. “Pedestrian, gedung-gedung, hingga fasilitas sekolah harus ramah disabilitas. Jalur kursi roda, akses masuk, semua itu harus direncanakan sejak awal, bukan tambahan di belakang,” jelasnya. (Ar)