MAKASSAR Pemerintah Kota Makassar akan mulai menyalurkan seragam sekolah gratis bagi siswa baru jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Senin (21/7) besok.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot untuk mendorong pemerataan pendidikan sekaligus mengurangi beban ekonomi masyarakat.

Sebanyak 1.000 pasang seragam disiapkan untuk dibagikan pada tahap pertama yang menyasar delapan sekolah. Ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan program unggulan di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham (Appi–Aliyah), yang tertuang dalam visi “MULIA”.

Penyerahan simbolis dijadwalkan berlangsung di SMP Negeri 3 Makassar dan akan dihadiri langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Selain SMPN 3, penyaluran juga dilaksanakan serentak di tiga SMP lainnya—SMPN 40, SMPN 46, dan SMPN 48—serta empat SD: SD Aroepala, SD Sambung Jawa, SD Lariang Bangi, dan SD Gunung Sari Baru.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan bahwa penyerahan simbolis pada Senin akan dilakukan di empat sekolah: SMPN 3, SMPN 46, SD Sambung Jawa, dan SD Lariang Bangi.

“Ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Pemkot Makassar untuk memastikan akses pendidikan yang merata dan terjangkau bagi semua warga, khususnya siswa baru SD dan SMP pada tahun ajaran 2025/2026,” ujarnya, Minggu (20/7).

Ia menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari janji politik pasangan Appi–Aliyah yang kini mulai direalisasikan. Selain meringankan beban orang tua, langkah ini juga ditujukan untuk memperluas jangkauan akses pendidikan di Makassar.

“Program ini selaras dengan visi MULIA, yang menempatkan pendidikan inklusif sebagai prioritas. Tidak boleh ada anak di Makassar yang tidak sekolah hanya karena tidak punya seragam,” tegas Achi.

Ia menambahkan bahwa distribusi seragam dilakukan langsung oleh Dinas Pendidikan Kota Makassar ke masing-masing sekolah untuk menjamin transparansi dan ketepatan sasaran. Total 1.000 pasang seragam diberikan pada tahap awal ini, difokuskan kepada murid baru.

“Distribusi selanjutnya akan kembali dilakukan pada momen Hari Anak Nasional, 23 Juli 2025, dan menyasar sekolah-sekolah lainnya,” tambahnya.

Menurut Achi, program seragam gratis tidak hanya merupakan bentuk keberpihakan pada masyarakat, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pendidikan serta semangat belajar siswa.

“Pendidikan adalah hak setiap anak. Ini bukan hanya soal seragam, tapi soal keberlanjutan pembangunan kota yang adil dan inklusif,” pungkasnya.

Penulis: Ardhi