MAKASSAR –Rahmat Ardiansyah, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Bosowa (Unibos), resmi dilantik sebagai Ketua Komunitas Mediator Darah Makassar pada Jumat kemarin, di Gedung Anging Mamiri.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Komunitas ini berperan sebagai jembatan antara pendonor dan penerima darah, dengan misi mulia meningkatkan kesadaran akan pentingnya donor darah sukarela di tengah meningkatnya kebutuhan darah di berbagai fasilitas kesehatan.

Pelantikan ini dihadiri oleh berbagai organisasi kemahasiswaan dan komunitas dari Kota Makassar, menegaskan solidaritas antar komunitas di kota tersebut.

Komunitas Mediator Darah Makassar diharapkan menjadi garda terdepan dalam merespons kebutuhan darah secara cepat sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat kesehatan dari donor darah.

Dalam sambutannya, Rahmat Ardiansyah menekankan pentingnya aksi solidaritas ini.

“Banyak kejadian tak terduga, seperti kecelakaan, operasi besar, atau penyakit serius seperti anemia dan kanker yang membutuhkan pasokan darah cepat. Setiap tetes darah yang didonorkan bisa menyelamatkan nyawa. Kami berperan sebagai penghubung agar kebutuhan darah dapat segera diatasi, dan ini menjadi prioritas kami dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di Kota Makassar,” ujarnya.

Aditya Prananda Rs, S.Ked, selaku pendiri komunitas, berharap Mediator Darah Makassar dapat menjadi solusi utama dalam memenuhi kebutuhan darah masyarakat, terutama dalam situasi darurat.

“Kami berharap komunitas ini mampu menjawab kebutuhan darah yang sering kali sulit terpenuhi tepat waktu. Kolaborasi dari semua pihak sangat dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan ini,” tambahnya.

Pelantikan ini menjadi langkah awal yang penting bagi Mediator Darah Makassar dalam meningkatkan peran mereka untuk menyelamatkan nyawa dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat.

“Semoga komunitas ini menginspirasi lebih banyak orang untuk terlibat dalam usaha peningkatan kesejahteraan kesehatan di Kota Makassar” tutupnya.**