MAKASSAR — Sektor pariwisata membutuhkan lebih dari sekadar destinasi menarik, keberhasilan sektor ini sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang ada.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam rangka meningkatkan kapasitas pelaku pariwisata lokal, mahasiswa semester VII Program Studi Pengelolaan Perhotelan Politeknik Pariwisata Makassar menggelar kegiatan Aplikasi Manajemen (APM) berupa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema

“Penguatan Kapasitas Pelaku Pariwisata melalui Pengelolaan Akomodasi dan Inovasi Kuliner.” Acara ini diselenggarakan di Desa Wisata Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Sabtu (11/ 10).

Pelatihan yang diadakan bertujuan untuk mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan, khususnya dalam pengelolaan akomodasi dan pengembangan kuliner khas desa yang menjadi daya tarik utama wisata di desa tersebut.

Kegiatan ini melibatkan para pelaku UMKM, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kelompok Pengelola Ekowisata (KPE Dentong), Pemerintah Desa Tompobulu, serta perwakilan dari Badan Pengelola Maros Pangkep UNESCO Global Geopark.

Sekretaris Desa Tompobulu, Mursalim dalam sambutannya mengungkapkan potensi besar desa yang terletak di kaki Gunung Bulusaraung.

Desa ini menawarkan panorama alam yang menawan, dengan udara yang sejuk dan berbagai objek wisata alam seperti air terjun, gua vertikal dan horizontal, serta sungai yang dapat dijelajahi.

Tak hanya itu, kuliner lokal seperti gula aren, madu hutan, lemang, dan kue kambing menjadi warisan budaya yang potensial untuk dikembangkan.

Desa ini juga telah dilengkapi dengan fasilitas seperti homestay, balai pertemuan, tempat makan, musala, dan kamar mandi umum.

Selain itu, Tompobulu juga meraih sejumlah penghargaan, termasuk menjadi salah satu dari 75 Desa Wisata Terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Acara ini turut dihadiri oleh Megawati Putri Rajab dari Badan Pengelola Maros Pangkep UNESCO Global Geopark, yang menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara mahasiswa Poltekpar Makassar dan masyarakat desa.

Megawati menekankan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan misi Geopark yang bertujuan untuk melestarikan warisan geologi sambil mengembangkan ekonomi dan budaya lokal secara berkelanjutan. “Pemberdayaan masyarakat adalah kunci utama dalam revalidasi status UNESCO Global Geopark. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program dan kemajuan masyarakat,” ujarnya.

Acara dibuka oleh Buntu Marannu Eppang, A.Md., SS., Modt., Ph.D., CHE., Kepala Bagian AAKU Politeknik Pariwisata Makassar, yang mewakili Direktur Poltekpar. Dalam sambutannya, Buntu menyampaikan bahwa kegiatan APM memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari langsung di masyarakat.

“Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk berkontribusi dalam pengembangan masyarakat dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menciptakan layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah,” jelasnya.

Selain mahasiswa reguler, kegiatan PKM ini juga melibatkan mahasiswa dari Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang sebagian besar merupakan profesional dari industri pariwisata, seperti General Manager hotel, ASN Dinas Pariwisata, dan berbagai praktisi lainnya.

“Kami berharap pengalaman yang mereka bawa dari dunia industri akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Wisata Tompobulu, khususnya dalam mengembangkan potensi wisata berbasis kearifan lokal,” tambah Buntu.

Sebagai bagian dari program ini, dua narasumber profesional turut hadir memberikan materi. Buntu Marannu Eppang, yang juga seorang ASEAN Master Assessor di bidang pariwisata, menyampaikan materi mengenai pengelolaan destinasi wisata dan homestay.

Sementara itu, Tammy Helen Rotty, General Manager Hotel Aston Makassar, berbagi pengalaman praktis dalam dunia perhotelan. Kedua narasumber ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang aktif bertanya dan berdiskusi.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan praktis pengelolaan kuliner lokal, di mana peserta diajarkan cara membuat Mini Brownies Cheese Melt oleh Tri Elfa Damayanti, Pastry Chef dari Hotel Aston Makassar.

Selain itu, A. Rezkitni Aulia, barista profesional dari Kaffeine Makassar, memperkenalkan inovasi minuman Cold White Coffee. Peserta tampak sangat antusias dan terlibat langsung dalam proses pembuatan produk kuliner yang dapat dijadikan daya tarik wisata kuliner di Tompobulu.

Program ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh Program Studi Pengelolaan Perhotelan Politeknik Pariwisata Makassar.

Fokus kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan akomodasi dan inovasi kuliner lokal sebagai pendorong ekonomi daerah dan daya tarik wisata berbasis kearifan lokal.

Penulis: Anugrah