Lintaskabar.id, Makassar – Mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) kembali mencatat prestasi di tingkat nasional. Tim mahasiswa Unibos meraih Juara Harapan I kategori Video Edukasi pada Alauddin Nursing Competition 2026 yang digelar Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar.
Penghargaan tersebut diraih usai tim mengikuti Grand Final di Hotel Grand Asia Makassar pada 19–21 Juni 2026.
Tim terdiri atas Resky Ananda Tasya Salsabila sebagai ketua, bersama Kayla Lathifa dan Rafky Qushai Alqadri. Ketiganya merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum angkatan 2024.
Capaian ini membuktikan mahasiswa Unibos mampu bersaing di tingkat nasional, termasuk dalam kompetisi yang didominasi peserta dari bidang kesehatan.
Angkat Tema Pencegahan Diabetes
Dalam lomba tersebut, tim mengusung tema “Transformasi Gaya Hidup Sehat sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Diabetes Mellitus.”
Melalui video edukasi, mereka mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah diabetes mellitus, khususnya tipe 2.
Agar lebih mudah dipahami, tim menyajikan materi secara sederhana, menarik, dan berbasis data sehingga pesannya dapat diterima berbagai kalangan.
Riset Jadi Kunci Penyusunan Video
Ketua tim, Resky Ananda Tasya Salsabila, mengatakan proses pembuatan video diawali dengan riset dari berbagai sumber tepercaya.
Selanjutnya, tim menyusun konsep, menulis naskah, mengambil gambar, mengisi narasi, menyunting video, lalu melakukan evaluasi sebelum mengirimkan karya.
“Kami berupaya menghadirkan video yang tidak hanya informatif, tetapi juga mudah diterima masyarakat. Seluruh proses dilakukan secara bertahap, mulai dari riset, penyusunan konsep, pengambilan gambar, hingga evaluasi internal sebelum video dikumpulkan sesuai ketentuan lomba,” ujarnya.
Tantangan Jadi Motivasi
Meski berlatar belakang Ilmu Hukum, tim tetap mampu menyusun materi edukasi kesehatan yang akurat.
Menurut Resky, tantangan terbesar mereka adalah menyusun konsep video kesehatan. Namun, tantangan itu justru memotivasi tim untuk menghasilkan karya yang sesuai fakta dan mudah dipahami.
“Karena kami bukan berasal dari bidang kesehatan, tantangan terbesarnya adalah menyusun konsep video yang tepat. Kami mencoba melihat fakta-fakta yang terjadi di masyarakat, mencari penyebabnya, lalu menyelaraskannya dengan data yang kami peroleh sehingga pesan edukasi yang disampaikan tetap akurat dan mudah dipahami,” jelas Resky.
Prestasi Jadi Penyemangat
Sementara itu, Resky berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi tim untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengikuti kompetisi lainnya.
Ia juga ingin membawa nama Universitas Bosowa semakin dikenal melalui berbagai prestasi.
“Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Universitas Bosowa mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain di tingkat nasional, bahkan pada kompetisi yang mayoritas diikuti peserta dari bidang kesehatan. Kami berharap dapat terus mengembangkan kemampuan, mengikuti kompetisi lainnya, dan membawa nama Universitas Bosowa semakin dikenal melalui berbagai prestasi akademik maupun non-akademik,” tutupnya. (Ar)







