MAKASSAR — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar bersama Pemerintah Kota terus memperkuat koordinasi dalam menjaga akurasi Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) serta kesiapan menghadapi tahapan Pemilu dan Pemilihan 2029.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hal ini dibahas dalam pertemuan resmi antara KPU dan Pemkot Makassar yang digelar di Balai Kota Makassar. Selasa (16/9) Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham.

Ketua KPU Kota Makassar, Andi Muhammad Yasir Arafat, menegaskan bahwa pemutakhiran data pemilih merupakan prioritas utama menjelang agenda politik mendatang.

“Tujuan kami ke sini untuk membahas pendidikan politik, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, perubahan data partai politik, serta penguatan kelembagaan,” ujar Yasir.

Menurutnya, seluruh data harus segera disinkronkan agar tidak terjadi tumpang tindih. Apalagi, proses pemutakhiran DPB dilakukan setiap bulan. KPU Makassar juga telah menyiapkan jadwal pemutakhiran secara berjenjang, termasuk kegiatan pleno DPB September yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober.

Yasir menambahkan, dukungan Pemkot sangat dibutuhkan terutama saat proses coklit (pencocokan dan penelitian) agar koordinasi berjalan lebih lancar.

Pemerintah Kota Makassar pun menyambut baik langkah ini. Kolaborasi antara KPU dan Pemkot diharapkan mampu memperkuat akurasi data pemilih, meminimalisasi potensi sengketa, sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan penyelenggara pemilu.

“Sinkronisasi data dan penguatan kelembagaan sangat penting. Pemerintah Kota akan mendukung penuh koordinasi ini agar proses demokrasi di Makassar semakin baik dan transparan,” tegas Munafri.

Kolaborasi proaktif ini disebut sebagai salah satu kunci keberhasilan dalam mewujudkan penyelenggaraan Pemilu yang berkualitas, transparan, dan berintegritas.

Penulis: Ardhi