Lintaskabar.id, Amerika – Pelaku penembakan mengguncang lingkungan Universitas Brown, Amerika Serikat, dan menewaskan dua orang.
Insiden ini langsung memicu kepanikan di area kampus serta meninggalkan trauma mendalam bagi mahasiswa yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kesaksian Mahasiswi Saat Tembakan Terdengar
Awalnya Dikira Suara Bengkel Kampus
Di tengah situasi tersebut, seorang mahasiswi Universitas Brown, Sophia Holman, menyampaikan kesaksiannya mengenai momen awal penembakan. Mengutip CNN Internasional, Minggu (14/12/2025), Holman saat itu sedang mencari ruang kelas untuk belajar di gedung teknik kampus Ivy League tersebut.
Pada awalnya, suasana kampus terasa tenang dan kondusif. Namun, keadaan berubah drastis ketika Holman mendengar suara keras yang tidak biasa. Saat itu, ia sempat mengira suara tersebut berasal dari bengkel kayu kampus.
Kepanikan dan Upaya Menyelamatkan Diri
Mahasiswi Berlari Menjauh dari Lokasi
Seiring berjalannya waktu, Holman menyadari bahwa situasi yang dihadapinya merupakan kondisi darurat. Kesadaran itu muncul ketika ia melihat seseorang berlari melewatinya. Menyadari bahaya, Holman langsung ikut berlari menjauh dari lokasi kejadian demi menyelamatkan diri.
Hubungi Polisi Setelah Capai Jarak Aman
Setelah berhasil menjauh sekitar satu blok ke arah timur, Holman segera mengambil tindakan lanjutan. Ia langsung menghubungi pihak kepolisian untuk melaporkan peristiwa penembakan tersebut.
Respons Cepat Aparat Keamanan Kampus
Polisi Lakukan Pencarian Selama Berjam-jam
Menanggapi laporan tersebut, aparat keamanan kampus bergerak cepat. Holman menilai polisi merespons situasi dengan sigap. Sambil berlindung, ia menyaksikan aparat terus melakukan pencarian terhadap pelaku selama beberapa jam setelah penembakan terjadi.
“Semua orang cukup tegang,” ujar Holman.
Ketakutan dan Kepercayaan pada Petugas
Mahasiswa Diliputi Cemas, Tetap Percaya Aparat
Di tengah suasana mencekam, Holman menggambarkan kondisi emosional mahasiswa dan warga kampus. Ia menilai ketakutan dan kekacauan menyelimuti lingkungan kampus, namun kepercayaan terhadap aparat dan tenaga medis tetap tumbuh.
“Saat ini ada banyak kekacauan dan ketakutan, tetapi saya pikir ada juga banyak kepercayaan, kepercayaan bahwa mereka (polisi) berada di sana secepat mungkin, dan bahwa, Anda tahu, staf medis melakukan semua yang mereka bisa untuk semua orang yang terluka.” katanya.
Kronologi Penembakan dan Jumlah Korban
Dua Tewas, Delapan Orang Terluka
Sementara itu, pihak berwenang mencatat bahwa penembakan tersebut terjadi pada Sabtu (13/12) malam waktu setempat. Insiden itu menewaskan dua orang dan melukai delapan lainnya.
Pelaku Masih Dalam Pengejaran
Hingga saat ini, aparat penegak hukum masih memburu pelaku penembakan dan belum melakukan penangkapan.
“Saat ini kami belum menahan pelaku penembakan,” kata Wali Kota Providence, Rhode Island, Brett Smiley, dikutip dari AFP.
Universitas Brown dan Reputasi Ivy League
Kampus Elit dengan Reputasi Global
Sebagai konteks tambahan, Universitas Brown dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi ternama di Amerika Serikat. Kampus ini masuk dalam kelompok Ivy League, yang mencakup delapan universitas swasta di wilayah timur AS dengan reputasi akademik tinggi serta jaringan alumni prestisius.
Tanggapan Presiden Amerika Serikat
Trump Fokus pada Penanganan Korban
Di tingkat nasional, Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menanggapi insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa petugas saat ini memfokuskan perhatian pada penanganan para korban luka.
“Saya telah diberi pengarahan lengkap tentang situasi di Universitas Brown, betapa mengerikannya hal itu,” kata Trump, dikutip dari CNN International, Minggu (14/12/2025). (Zi/*)






