MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memastikan bahwa sambungan air bersih di Kecamatan Tallo akan segera terwujud. Tiga kelurahan di wilayah ini, yang sudah hampir dua dekade tidak teraliri air bersih dari PDAM, akan segera menikmati layanan tersebut.
Hal ini disampaikan Munafri dalam audiensi bersama Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulawesi Selatan dan kelompok Perempuan Pejuang Air Bersih (Paras) Kecamatan Tallo di Balai Kota Makassar pada Rabu (13/8).
Tiga kelurahan yang dimaksud adalah Kelurahan Tallo, Kelurahan Buloa, dan Kelurahan Kuluku Bodoa. Selama bertahun-tahun, warga di ketiga kelurahan ini harus mengandalkan sumber air alternatif yang sering kali terbatas.
Munafri menegaskan, masalah krisis air bersih ini menjadi prioritas untuk segera diselesaikan. “Kami akan segera merealisasikan sambungan air bersih untuk warga Tallo. Ini bukan hanya masalah infrastruktur, tetapi hak dasar masyarakat,” ujarnya.
Proses penyambungan pipa air bersih ke wilayah Kecamatan Tallo segera dimulai. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengatasi krisis air yang sudah berlangsung lama di wilayah tersebut.
Munafri menjelaskan, ada dua titik utama yang saat ini menjadi fokus, yakni Baimbaim dan Pontiku. “Kelurahan lain di Kecamatan Tallo sudah mulai disambungkan, sebagian sudah teraliri. Sementara di Pontiku, prosesnya menunggu izin penggunaan peralatan akibat pergantian kepala balai Provinsi,” katanya di Balai Kota.
Kendala utama di Pontiku, menurut Munafri, adalah lokasi yang berada di atas tanah yang bukan milik Pemkot Makassar. Oleh karena itu, tim harus mengurus izin terlebih dahulu, kemudian melakukan penggalian dan pemasangan pipa. “Yang belum ada pipa akan kami garap pada tahap berikutnya, terutama di daerah yang sulit,” jelasnya.
Pipa yang digunakan berukuran 2 inci dan kecil, dan setelah koneksi di Pontiku selesai, distribusi air tidak akan memakan waktu lama. “Prosesnya bertahap, tapi kami yakin air akan segera mengalir,” tegasnya.
Dengan tahapan ini, Pemkot Makassar optimistis krisis air bersih yang melanda Kecamatan Tallo selama bertahun-tahun akan segera berakhir.
Slamet Riadi, perwakilan WALHI Sulsel, mengapresiasi langkah cepat pemerintah kota. “Rencana pengelolaan air bersih untuk wilayah utara Makassar sudah ada, tinggal memastikan pelaksanaannya,” katanya.
Kelompok Perempuan Pejuang Air Bersih (Paras) juga berharap seluruh wilayah utara Makassar akan teraliri air bersih secara merata. “Semoga air bersih bisa mengalir ke seluruh wilayah utara,” harapnya.
Dengan komitmen ini, warga Kecamatan Tallo kini menanti realisasi janji pemerintah kota untuk mengakhiri krisis air bersih yang sudah berlangsung hampir dua dekade.
Penulis: Ardhi






