TAKALAR — Universitas Bosowa (Unibos) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-58 di dua desa yang berada di Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, yaitu Desa Sanrobone dan Desa Ujung Baji, pada Sabtu kemarin.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi akhir terhadap program-program kerja mahasiswa selama masa pengabdian yang berlangsung lebih dari satu bulan.

Rektor Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., hadir secara langsung dalam kunjungan tersebut.

Ia didampingi oleh Wakil Rektor I Prof. Dr. Haeruddin Saleh, S.E., M.Si., Wakil Rektor II Prof. Dr. Ir. Zulkifli Maulana, M.P., dan Wakil Rektor III Prof. Dr. Seri Suriani, S.E., M.Si.

Turut mendampingi pula Direktur Riset, Inovasi, dan Pemberdayaan Masyarakat Ir. H. Syahrul Sariman, M.T., Sekretaris Direktorat Dr. Hj. Darmawati Manda, S.E., M.Si., Ketua Bidang Pengabdian kepada Masyarakat Dr. Syahrir Idris, S.T., M.S.P., serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ir. Jufriadi, S.T., M.S.P.

Kegiatan Monev ini juga menjadi ruang dialog antara kampus, mahasiswa, dan elemen pemerintahan desa seperti kepala desa, staf, tokoh masyarakat, hingga anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari masing-masing desa.

Kepala Desa Sanrobone, Drs. Abdul Aziz Mauluddin, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN Unibos yang dinilai membantu percepatan pembangunan desa, khususnya dalam hal administrasi, edukasi masyarakat, serta penguatan identitas desa.

“Dari enam desa yang ada di Kecamatan Sanrobone, baru Desa Sanrobone yang sudah memenuhi indeks desa. Ini tidak lepas dari kontribusi mahasiswa KKN yang aktif, responsif, dan membawa solusi nyata,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ujung Baji, Dewagong Tawang, juga menyatakan kebanggaannya atas dedikasi mahasiswa.

“Mahasiswa Unibos sangat adaptif dan kooperatif. Mereka benar-benar membawa dampak yang terasa di masyarakat. Ini adalah proses saling belajar,” ucapnya.

Adapun program kerja mahasiswa KKN di dua desa tersebut meliputi: penyusunan profil dan dokumen desa, rehabilitasi tugu dusun, pemasangan plang nama aparat desa, sosialisasi peduli lingkungan untuk siswa SD, bakti sosial, hingga kegiatan olahraga dan kesenian.

Dalam arahannya, Rektor Unibos menekankan bahwa KKN harus menjadi sarana nyata kontribusi kampus terhadap pembangunan wilayah.

“Sanrobone punya kekuatan historis, sementara Ujung Baji memiliki potensi pesisir dan kelautan. Kita bisa gagas masterplan pariwisata desa berbasis sejarah dan budaya yang melibatkan lintas fakultas, mulai dari teknik, arsitektur, ekonomi, hingga pemerintahan,” ungkap Prof. Batara.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk memproduksi video dokumenter berdurasi 10 menit sebagai sarana promosi potensi desa yang akan ditayangkan di kanal YouTube resmi kampus.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Universitas Bosowa dalam mengintegrasikan pendidikan, pengabdian, dan inovasi sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat serta memperkuat peran kampus sebagai mitra pembangunan desa.

Penulis: Anugrah