Lintaskabar.id, Makassar – Aplikasi layanan terintegrasi LONTARA+, program unggulan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, semakin memperkuat pelayanan publik di Makassar.
Pemkot menjadikan platform ini sebagai kanal utama aduan masyarakat sekaligus sarana percepatan birokrasi berbasis teknologi.
Ribuan Laporan Masuk dalam Lima Bulan
Sejak peluncurannya, warga Makassar aktif menyampaikan laporan melalui LONTARA+. Dalam kurang dari lima bulan, aduan terkait lampu jalan, sampah, dan drainase mendominasi. Perangkat daerah merespons laporan-laporan tersebut dalam rata-rata dua menit.
Diskominfo: 2.106 Aduan Sudah Diproses
Kepala Diskominfo Makassar, Dr. Muhammad Roem, menyampaikan bahwa sejak 27 Juli hingga 11 Desember 2025, LONTARA+ menerima 2.106 aduan. Pada Desember tercatat 392 laporan, sementara 11 Desember menambah 16 aduan baru.
Aduan lampu jalan mencapai 491 laporan, diikuti persampahan 276 laporan, dan drainase 266 laporan. Dinas Perhubungan, Kecamatan dan DLH, serta Dinas PU menjadi OPD dengan beban tindak lanjut terbanyak.
OPD Tampilkan Kinerja Responsif dan Terukur
Roem menegaskan bahwa OPD terus meningkatkan kecepatan layanan. Dinas Perhubungan merespons aduan lampu jalan dalam dua menit dan menyelesaikan perbaikan dalam tiga hari. DLH merespons dalam hitungan detik dengan penyelesaian rata-rata empat hari. Diskominfo mencatat respons tercepat, 41 detik, dengan durasi penyelesaian sekitar satu hari.
Pemantauan Terpadu di Makassar Virtual Economic Center
LONTARA+ terhubung dengan Makassar Virtual Economic Center (MarVec) di Gedung MGC. Seluruh aduan warga dipantau secara real time melalui layar pemantau besar. Platform ini menjadi fondasi pengembangan sistem operasi berbasis Linux untuk mendukung digitalisasi kota hingga 2030.
Jumlah Pengguna Meningkat Setiap Bulan
Hingga kini, LONTARA+ telah diunduh 42.391 kali. Kecamatan Manggala mencatat pengguna terbanyak, sementara Kepulauan Sangkarang mencatat jumlah terendah.
Aplikasi ini juga menangani laporan pengawasan seperti pungli, indikasi korupsi, dan pelanggaran etika ASN melalui integrasi dengan Inspektorat yang menggunakan sistem blower demi menjaga kerahasiaan identitas pelapor.
Admin Siaga 24 Jam Hadapi Lonjakan Aduan Musim Hujan
Sebanyak 28 admin bertugas di dua command center Balai Kota selama 24 jam. UPT menjalankan tiga shift untuk memantau laporan banjir, genangan, dan isu kebencanaan lainnya. Distribusi laporan ke OPD berlangsung sangat cepat, rata-rata kurang dari dua menit.
LONTARA+ Jadi Solusi Integrasi 358 Aplikasi Pemkot
Pemkot Makassar memiliki sekitar 358 aplikasi yang masih berjalan terpisah. LONTARA+ hadir untuk mengintegrasikan seluruh layanan tersebut agar lebih mudah diakses masyarakat. Aplikasi ini tersedia di Play Store dan terus mengalami pengembangan fitur.
Pemkot Perkuat Peran RT/RW dalam Sosialisasi Aplikasi
Roem menambahkan bahwa Pemkot akan melakukan sosialisasi kepada RT dan RW setelah pelantikan. Mereka diharapkan membantu warga yang belum familiar menggunakan aplikasi, terutama untuk melaporkan persoalan infrastruktur dan layanan publik. (Ar)







