Lintaskabar.id, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima Brevet Kehormatan Kesehatan Penyelaman dan Hiperbarik dari TNI Angkatan Laut dalam upacara yang digelar di Rumah Sakit Jala Ammari, Makassar, Selasa (11/11/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penganugerahan tersebut menjadi bentuk apresiasi dan pengakuan atas kolaborasi Pemerintah Kota Makassar dengan TNI AL dalam memperkuat layanan kesehatan modern di daerah.

Turut mendampingi Wali Kota, Sekretaris Daerah Kota Makassar, Dr. Andi Zulkifli Nanda, yang juga menerima brevet kehormatan tersebut.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Komandan Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI), Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, dan diawali dengan paparan ilmiah oleh Kepala RSAL Jala Ammari Kodaeral VI, Letkol Laut (K) dr. Suhadi, M.K.K., Sp.KL., Subsp P.H (K), AIFO-K, CHQP, MQM, C.PML, FIHFAA.

Dalam pemaparannya, dr. Suhadi menjelaskan mekanisme serta manfaat terapi hiperbarik sebuah metode pengobatan berbasis tekanan udara tinggi yang kini menjadi layanan unggulan dalam dunia kedokteran militer dan penyelaman.

Menariknya, dalam kesempatan tersebut, Komandan Kodaeral VI bersama Wali Kota Makassar dan jajaran turut merasakan langsung pengalaman terapi di dalam Hiperbaric Chamber selama satu jam. Momen ini menjadi simbol nyata sinergi dan komitmen bersama dalam pengembangan layanan kesehatan maritim dan hiperbarik di kawasan Indonesia Timur.

Usai sesi terapi, acara dilanjutkan dengan penyematan Brevet Kehormatan oleh Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz kepada Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, S.H., dan Sekda Makassar, Dr. Andi Zulkifli Nanda.

Brevet tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Nomor Kep/3062/X/2025 sebagai bentuk penghargaan atas dukungan Pemkot Makassar dalam penguatan kerja sama lintas sektor di bidang kesehatan penyelaman, hiperbarik, dan keselamatan maritim.

Dalam sambutannya, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz menegaskan pentingnya sinergi antara TNI AL dan pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional.

“Kesehatan maritim bukan hanya milik prajurit laut, tetapi bagian dari kekuatan bangsa. Melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, kita membangun ketahanan kesehatan yang kuat, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Sebelum menerima brevet, Wali Kota Munafri juga meninjau langsung ruang terapi hiperbarik Haux Starmed di RS Jala Ammari fasilitas berteknologi tinggi dengan standar internasional yang mengusung konsep one room, one patient untuk menjamin privasi dan kenyamanan pasien.

Munafri mengapresiasi fasilitas tersebut dan menilai bahwa layanan hiperbarik merupakan inovasi penting dalam peningkatan mutu layanan kesehatan masyarakat Makassar.

“Kita patut bersyukur karena Makassar telah memiliki fasilitas kesehatan yang canggih seperti ini. Saya mengajak masyarakat untuk datang dan merasakan langsung manfaat terapi hiperbarik di RSAL Jala Ammari,” ujarnya.

“Terapi ini bukan hanya untuk pengobatan, tapi juga baik untuk pencegahan dan pemulihan kesehatan,” tambahnya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemkot Makassar untuk terus memperkuat sinergi dengan TNI AL, terutama dalam bidang inovasi kesehatan dan pemanfaatan fasilitas medis berteknologi tinggi.

“Kolaborasi seperti ini menjadi wujud nyata upaya bersama menghadirkan pelayanan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama Kodaeral VI, Kadiskes Kodaeral VI, Kaladokgi Yos Sudarso Makassar, serta perwakilan dari SKPD Pemerintah Kota Makassar.

Penyematan brevet kehormatan ini bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga momentum strategis memperkuat kolaborasi antara Pemkot Makassar dan TNI AL dalam pengembangan layanan kesehatan berbasis teknologi dan kemaritiman.

Dengan hadirnya fasilitas terapi hiperbarik modern, Kota Makassar menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan kesiapan layanan kesehatan masa depan berorientasi pada kualitas, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat. (Ar)