Lintaskabar.id, Makassar – Universitas Bosowa menggelar Monitoring dan Evaluasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan 59 pada Kamis, 8 Januari 2026, di Gedung Lestari Universitas Bosowa.
Melalui kegiatan ini, Universitas Bosowa menegaskan komitmennya menghadirkan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada dampak nyata, khususnya pengelolaan lingkungan perkotaan.
Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Peran Kampus
Rektor Universitas Bosowa Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar Melinda Aksa, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, dosen pembimbing lapangan, aparat kelurahan, serta mahasiswa KKN Tematik dari empat kecamatan menghadiri kegiatan tersebut.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperkuat kolaborasi lintas sektor dan menegaskan peran Universitas Bosowa sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Rektor: KKN Harus Berdampak Nyata
Dalam sambutannya, Prof. Batara Surya menegaskan mahasiswa harus menjadikan KKN sebagai ruang penerapan ilmu, bukan sekadar kegiatan akademik.
“KKN tidak boleh dipahami seperti perkuliahan di ruang kelas. Yang terpenting adalah apa yang bisa diaplikasikan dan dampaknya bagi masyarakat. KKN tematik menuntut fokus, spesialisasi, dan kerja kolektif agar solusi benar-benar menjawab persoalan lapangan,” ujarnya.
Unibos Siap Dukung Penanganan Sampah Kota
Prof. Batara Surya juga menyoroti persoalan timbulan sampah di Kota Makassar yang membutuhkan pendekatan berbasis kawasan permukiman.
Ia menegaskan Universitas Bosowa siap mendukung penuh program Pemerintah Kota Makassar, termasuk melibatkan mahasiswa dalam jumlah lebih besar ke depan.
“Universitas Bosowa selalu siap berperan serta. Prinsip kami sejalan dengan kebijakan kementerian, yaitu pengabdian yang harus berdampak,” tegasnya.
Mahasiswa Unibos Dinilai Jadi Agen Perubahan
Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, mengapresiasi keterlibatan aktif mahasiswa KKN Tematik Universitas Bosowa selama dua bulan di lapangan. Ia menilai mahasiswa Unibos berhasil berperan sebagai agen perubahan dalam isu lingkungan.
“Mereka datang dari berbagai fakultas dan bekerja bersama dalam pengelolaan sampah, urban farming, serta program lingkungan lainnya. Ini luar biasa karena mereka ikut membantu menyelesaikan persoalan nyata kota,” ungkapnya.
Program KKN Perkuat TPS3R
Melinda Aksa menambahkan, keterlibatan mahasiswa Universitas Bosowa memperkuat aktivitas di sejumlah TPS3R dan kawasan pengelolaan lingkungan percontohan di Kota Makassar. Ia berharap program ini terus berlanjut dan menjadi model kolaborasi bagi perguruan tinggi lain.
Evaluasi Jadi Dasar Penyempurnaan KKN
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan program kerja dan capaian KKN Tematik oleh dosen pembimbing lapangan dari empat kecamatan yang bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar. Paparan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama untuk penyempurnaan KKN tematik berikutnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Universitas Bosowa kembali menegaskan komitmennya mengembangkan KKN sebagai pembelajaran transformatif yang membentuk karakter mahasiswa sekaligus menghadirkan solusi konkret bagi pembangunan kota dan keberlanjutan lingkungan. (Ar)







