Lintaskabar.id, Sidrap — Hentakan kaki kuda di Desa Otting, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026), menarik perhatian warga. Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menunggang kuda dan menyapa masyarakat yang menyambutnya dengan antusias.
Ia menghadiri pesta pernikahan anak Wa Pacinongi dan cucu Wa Gilingeng tanpa kendaraan dinas. Ia memilih kuda sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai lokal.
Makna Simbolik
Syaharuddin menampilkan tradisi yang sarat makna. Dalam budaya Bugis, kuda melambangkan ketangkasan, keberanian, dan kehormatan.
“Tradisi ini sengaja ditampilkan untuk menjaga kelestarian adat istiadat. Kita ingin menunjukkan bahwa kemajuan zaman tidak boleh menggerus akar budaya kita,” ujar salah satu tokoh adat setempat.
Syaharuddin mengenakan busana adat, tersenyum, dan menyapa warga. Kehadirannya membuat masyarakat merasa dekat dengan pemimpinnya.
Pesan untuk Generasi Muda
Ia juga memberi pesan kepada generasi muda agar tetap bangga pada budaya sendiri di tengah pengaruh luar.
Warga mengabadikan momen saat ia mengikuti prosesi adat.
Ajang Pertemuan Tokoh
Acara ini tidak hanya mempertemukan keluarga Wa Pacinongi, tetapi juga menghadirkan tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tamu undangan.
Suasana tetap meriah hingga akhir. Kehadiran Syaharuddin di atas kuda menegaskan bahwa pemimpin perlu menjaga budaya saat melangkah ke masa depan. (Ar)







