Lintaskabar.id, Makassar – UIN Alauddin Makassar mencatat capaian baru dalam pemeringkatan perguruan tinggi berbasis web global, Webometrics. Dalam daftar tersebut, kampus ini menempati peringkat ke-6 PTKIN terbaik se-Indonesia, peringkat ke-88 PTN secara nasional, serta peringkat ke-3 di Sulawesi Selatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Rektor Tegaskan Arah Kampus Menuju Rekognisi Global

Sementara itu, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, menilai capaian ini sebagai tanda bahwa publik semakin mengakui kinerja institusi di tingkat global. Ia juga menyebut hasil tersebut sejalan dengan arah pengembangan kampus yang mendorong rekognisi internasional.

“Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi dari local to global recognition yang kita dorong mulai terlihat hasilnya. Ini bukan sekadar angka peringkat, tetapi cerminan kerja kolektif sivitas akademika dalam memperkuat visibilitas dan dampak keilmuan,” kata Hamdan dalam keterangan tertulis.

Selain itu, ia menegaskan bahwa kampus memperkuat publikasi ilmiah, membuka akses riset, dan mengoptimalkan kanal digital sebagai faktor penting yang mendorong kenaikan peringkat. Ke depan, universitas akan terus mendorong kolaborasi riset dan memperluas diseminasi pengetahuan secara terbuka.

Ridwan Jelaskan Cara Webometrics Menilai Universitas

Di sisi lain, Ketua Pemeringkatan Universitas UIN Alauddin Makassar uin-alauddin.ac.id, Dr. Ridwan Kambau, menjelaskan bahwa Webometrics menggunakan pendekatan multidimensi untuk menilai universitas. Dengan demikian, sistem ini tidak hanya menilai riset, tetapi juga mempertimbangkan jejak digital dan keterbukaan akses akademik.

“Webometrics.org adalah platform peringkat universitas global yang dirancang untuk mencerminkan kinerja multidimensi institusi pendidikan tinggi. Berbeda dengan peringkat tradisional yang berfokus hanya pada penelitian, Webometrics mengevaluasi universitas berdasarkan kehadiran digital, pengaruh akademik, keterbukaan, dan visibilitas global,” ujar Ridwan.

Lebih lanjut, Ridwan menegaskan bahwa Webometrics berjalan sebagai inisiatif independen berbasis penelitian yang mengedepankan transparansi dan evaluasi non-komersial. Karena itu, Webometrics memperluas indikator penilaian dan tidak hanya bergantung pada jumlah publikasi.

Fokus pada Akses Terbuka dan Dampak Institusi

Kemudian, ia menjelaskan bahwa Webometrics mempromosikan akses terbuka, transparansi digital, dan visibilitas akademik lembaga pendidikan tinggi. Dalam metodologinya, Webometrics memandang web bukan sekadar etalase informasi, melainkan saluran utama pembelajaran, penyebaran riset, dan keterlibatan publik.

“Webometrics tidak meranking situs web, tetapi universitas. Kinerja web dijadikan proxy untuk melihat dampak institusional di dunia nyata,” katanya. (Zi)