JAKARTA —Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia melalui torehan prestasi membanggakan pada ajang Anugerah Diktisaintek 2024 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jumat kemarin di Jakarta.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam ajang bergengsi ini, Unhas berhasil menyabet empat penghargaan sekaligus, mengukuhkan kontribusinya dalam berbagai bidang strategis untuk pembangunan nasional. Penghargaan-penghargaan tersebut meliputi:

1. Bronze Medal untuk bidang Ekonomi Hijau (Hilirisasi) yang diraih oleh Prof. Adi Maulana dari Fakultas Teknik.

2. Silver Medal untuk bidang Ekonomi Biru (Pangan) yang diraih oleh Prof. Budimawan dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan.

3. Gold Medal untuk kategori Academic Leader dalam bidang Seni dan Budaya yang diraih oleh Prof. Burhanuddin Arafah dari Fakultas Ilmu Budaya.

4. Silver Winner untuk kategori Laporan Kerja Sama.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Satriyo Soemantri Brodjonegoro, kepada para pemenang.

Prof. Adi Maulana, yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis Unhas, meraih penghargaan melalui penelitian inovatif dalam skema Kedaireka.

Penelitiannya tentang hilirisasi sumber daya mineral menggabungkan konsep geologi, geokimia, dan geofisika untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan dalam eksplorasi batu kapur untuk ekstraksi bijih nikel.

Dengan dukungan mitra industri, teknologi ini tidak hanya memangkas biaya produksi, tetapi juga ramah lingkungan, menjadikannya terobosan penting dalam program hilirisasi nasional.

Sementara itu, Prof. Budimawan memperoleh pengakuan atas penelitiannya di bidang budidaya ikan nila, yang dinilai sangat strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Dengan ancaman krisis pangan global yang semakin nyata, inovasi ini menjadi langkah penting dalam memastikan keberlanjutan sumber daya pangan.

Penghargaan Academic Leader diberikan kepada Prof. Burhanuddin Arafah, yang telah mendedikasikan kariernya untuk menginisiasi berbagai program seni dan budaya, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kontribusinya tidak hanya memperkaya khasanah seni dan budaya, tetapi juga memperkuat peran Unhas dalam diplomasi budaya.

Dalam sambutannya, Prof. Adi Maulana menegaskan bahwa pencapaian ini adalah wujud nyata dari visi Unhas untuk menjadi pusat inovasi berbasis teknologi yang mendukung pembangunan nasional.

“Unhas tidak hanya mencetak sumber daya manusia unggul, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta seni dan budaya,” ujarnya.

Hal ini sejalan dengan visi besar Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, untuk menjadikan Unhas sebagai pusat inovasi yang berkontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi, seni, dan budaya, menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.

Dengan pencapaian ini, Unhas membuktikan bahwa inovasi di bidang hilirisasi mineral, perikanan, seni, dan budaya dapat menjadi kunci untuk mendorong kemajuan bangsa dan membawa Indonesia menjadi negara maju.

Sumbangsih Unhas tidak berhenti di sini, karena langkah besar menuju masa depan yang lebih gemilang telah dimulai.**