MAKASSAR — Pembangunan kota Makassar tidak hanya membutuhkan infrastruktur yang kokoh dan kebijakan yang tepat, tetapi juga pondasi nilai-nilai religius serta keharmonisan sosial yang mendalam.
Hal ini menjadi sorotan utama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang menegaskan bahwa sinergi antara ulama, umara, dan umat merupakan kunci utama dalam menciptakan sebuah kota yang maju, beradab, dan berkelanjutan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Diskusi Bulanan IMMIM yang diadakan di Gedung IMMIM, Jalan Jenderal Sudirman, pada Sabtu (4/10).
Pada kesempatan ini, Munafri menyatakan bahwa ulama berperan sebagai penuntun moral dan penjaga nilai, sementara umara (pemerintah) bertanggung jawab atas kebijakan dan program pembangunan, serta umat sebagai pelaku dan penerima manfaat.
“Kolaborasi erat antara ketiga elemen ini akan membentuk kekuatan besar dalam menjadikan Makassar sebagai kota yang tidak hanya berkembang pesat, tetapi juga memegang teguh nilai-nilai luhur di tengah kemajuan zaman,” ujar Munafri.
Acara tersebut juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Kadis Kominfo Kota Makassar, Moh Roem, Kadis Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, dan Kabag Kesra.
Dalam sambutannya, Munafri juga menekankan pentingnya hubungan erat antara ulama dan umara. “Kolaborasi ini harus berjalan seimbang agar pesan dakwah dapat tersampaikan dengan efektif kepada masyarakat,” tambahnya.
Munafri menggambarkan hubungan ini sebagai umara yang bagaikan lautan, ulama seperti sungai, dan umat sebagai muara yang memberi kehidupan dan keberkahan bagi masyarakat.
Tak hanya itu, dalam era digital, Munafri juga menyoroti pentingnya dakwah yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sehingga pesan-pesan agama dapat lebih mudah menjangkau generasi muda melalui berbagai platform digital.
“Digitalisasi dakwah sangat penting. Mubalig harus mampu memanfaatkan teknologi untuk syiar yang positif dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Di sektor pendidikan, Munafri mengungkapkan bahwa penguatan pelajaran agama dan pendidikan karakter di sekolah dasar sangat krusial. “Anak-anak cerdas secara akademik tidak akan maksimal tanpa akhlak yang baik. Kami akan merancang kurikulum yang mengutamakan pendidikan agama, akhlak, dan kearifan lokal Bugis-Makassar,” tegasnya.
Wali Kota Makassar ini juga menegaskan bahwa pendidikan karakter harus menjadi dasar yang kuat bagi anak-anak, agar mereka tidak hanya cerdas tetapi juga berakhlak mulia.
Acara tersebut ditutup dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara IMMIM dan Pemerintah Kota Makassar. Kesepakatan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi dalam dakwah, pendidikan, dan pembinaan sosial keagamaan di Makassar.
“Kami dari Pemerintah Kota Makassar akan terus mendukung para ulama dan mubalig, karena solusi bagi permasalahan sosial membutuhkan pendekatan dakwah yang berkelanjutan,” tutup Munafri.
Penulis: Ardhi







