MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Program ini dijalankan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan kini menjangkau ribuan siswa di Kota Makassar.

“MBG bukan sekadar bagi-bagi makanan, ini tentang membangun masa depan anak-anak kita sejak dini,” ujar Munafri saat meninjau Dapur MBG di Jl. Andi Djemma, Senin (2/6).

Munafri menjelaskan, pemenuhan gizi sejak usia dini, khususnya di tingkat SD, sangat penting untuk memastikan tumbuh kembang optimal anak.

Selain itu, MBG menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat, mulai dari tenaga pengantar makanan hingga petugas survei dan pendidik.

“Ini bukan program satu dimensi. Ini menyentuh gizi, pendidikan, dan ekonomi lokal sekaligus,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan kualitas makanan, agar sesuai dengan standar gizi dan selera anak-anak.

“Harus bergizi dan menarik bagi anak. Jangan asal kenyang,” tambahnya.

Dapur MBG yang ditinjau Munafri merupakan titik ke-10 di Makassar dan dikelola oleh Yayasan Prabu Jaya Berkarya Nusantara. Dapur ini melayani 3.500 siswa dari SMA Negeri 2 dan SMP Negeri 3 Makassar.

Program ini akan diperluas ke SD dan TK Pertiwi, serta rencana pengembangan dapur baru di Kecamatan Tamalate dan Biringkanaya.

Kepala SPPG Rappocini 2, Marcella Cindy Leonyta, menyebut MBG telah menjangkau sekitar 15.000 siswa dari 200 sekolah di berbagai jenjang, mulai dari PAUD hingga SMP.

“Belum ada target angka pasti tahun ini, tapi komitmen kami jelas: menjangkau seluruh siswa secepat mungkin,” ujar Marcella.

Munafri menegaskan bahwa MBG harus menggunakan bahan lokal dan melibatkan pelaku UMKM, seperti pedagang sayur di Makassar, untuk memutar roda ekonomi lokal.

“Ini bukan cuma soal makan, ini soal kedaulatan gizi dan ekonomi masyarakat kita,” tegasnya.

Program MBG di Makassar diharapkan menjadi model nasional untuk pemenuhan gizi anak berbasis komunitas dan sekolah.

Penulis: Ardhi