Lintaskabar.id, Jawa Barat – Kementerian Agama menyalurkan bantuan senilai Rp596 juta untuk memulihkan madrasah, membantu guru, serta mendampingi keluarga siswa yang terdampak banjir dan longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyerahkan bantuan itu kepada para penerima pada Minggu (1/2).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menag Tekankan Peran Madrasah Saat Bencana

Dalam penyerahan bantuan, Menag menegaskan madrasah tidak hanya menjalankan pendidikan, tetapi juga menggerakkan pelayanan kemanusiaan saat kondisi darurat. Karena itu, ia mendorong semua pihak memprioritaskan pemulihan madrasah dan penguatan kesejahteraan guru agar proses belajar kembali normal.

“Madrasah ini sangat berjasa. Dalam kondisi darurat pun tetap menjadi bagian dari upaya kemanusiaan. Karena itu, negara wajib memastikan madrasah dan para gurunya dapat bangkit kembali,” ujar Menag.

Kemenag Danai Rehabilitasi Rumah Guru Rp300 Juta

Selanjutnya, Kemenag mengalokasikan Rp300 juta untuk merehabilitasi rumah guru madrasah yang mengalami kerusakan berat. Kemenag menargetkan dana ini mempercepat rekonstruksi sehingga rumah kembali layak huni dan aman ditempati.

Kemenag Biayai Sewa Rumah 21 Guru Rp126 Juta

Selain itu, Kemenag menyalurkan bantuan sewa rumah bagi 21 guru madrasah terdampak dengan total Rp126 juta. Melalui bantuan ini, Kemenag memastikan para guru tetap memiliki hunian sementara yang layak selama masa pemulihan.

Kemenag Salurkan Santunan Rp160 Juta untuk Keluarga 10 Siswa

Sementara itu, Kemenag memberikan santunan kepada keluarga 10 siswa madrasah yang wafat akibat banjir dan longsor, dengan total bantuan Rp160 juta. Kemenag berharap santunan tersebut meringankan beban keluarga korban sekaligus menunjukkan empati atas musibah yang terjadi.

Kemenag Beri Bantuan Pemulasaran Jenazah Rp10 Juta

Di sisi lain, Kemenag menyalurkan bantuan pemulasaran jenazah sebesar Rp10 juta sebagai bagian dari penanganan darurat. Menag menilai pemulasaran yang layak menunjukkan penghormatan kepada korban sekaligus wujud tanggung jawab kemanusiaan. (Ir)