MAKASSAR—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menggelar rapat koordinasi dengan tim ahli transportasi di Balai Kota Makassar, Kamis (20/3).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Diskusi ini bertujuan mencari solusi terintegrasi dan ramah lingkungan untuk mengatasi kemacetan serta meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, pakar transportasi Prof. Ir. Sakti Adji Adisasmita mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar, lebih dari 2 juta orang beraktivitas di kota ini setiap hari, sementara pertumbuhan kendaraan mencapai 6–7% per tahun.

“Kondisi ini menuntut perencanaan transportasi yang matang agar Makassar dapat berkembang dari kota metropolitan menuju kota megapolitan tanpa kendala kemacetan yang semakin parah,” jelasnya.

Sebagai solusi, Prof. Sakti memaparkan masterplan transportasi metropolitan Makassar, yang mencakup strategi jangka pendek, menengah, dan panjang.

Menurutnya, pengembangan sistem transportasi terintegrasi dan multimoda sangat penting untuk mengakomodasi pertumbuhan penduduk dan kendaraan.

Perencanaan ini mencakup pembangunan infrastruktur jalan, terminal, pelabuhan, bandara, serta jalur transportasi umum yang terhubung dengan tata ruang kota.

Tak hanya itu, sistem transportasi modern juga harus mendukung perjalanan kaki, jalur sepeda, dan pusat pengembangan kawasan transit yang dapat meningkatkan pendapatan daerah.

Prof. Sakti menegaskan bahwa konsep transportasi berkelanjutan menjadi perhatian utama dalam perencanaan ini. Salah satu fokusnya adalah mengurangi polusi udara melalui kebijakan eco-transport, seperti:

✅ Mendorong penggunaan kendaraan listrik
✅ Mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi
✅ Meningkatkan penggunaan transportasi umum yang lebih efisien

Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan sistem ini membutuhkan kebijakan yang terintegrasi, mencakup jaringan prasarana, layanan transportasi, pendanaan, hingga kelembagaan yang mendukung pembangunan transportasi lebih baik.

Wali Kota Munafri Arifuddin menyambut baik berbagai gagasan dalam pengembangan transportasi Makassar.

Menurutnya, rencana ini selaras dengan misi MULIA, yaitu mewujudkan infrastruktur dan tata ruang kota yang berkeadilan serta ramah lingkungan.

Sebagai langkah strategis, Munafri menekankan bahwa perencanaan transportasi harus dilakukan secara makro sebelum masuk ke tahap implementasi.

“Uji coba sistem transportasi baru perlu dilakukan untuk memastikan efektivitasnya sebelum diterapkan secara luas,” jelasnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa sistem transportasi yang dikembangkan harus inklusif, dengan memperhatikan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas agar dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Meskipun berbagai gagasan telah dibahas, Munafri menyatakan bahwa kajian mendalam tetap diperlukan sebelum kebijakan ini diterapkan.

“Setiap langkah harus mempertimbangkan kenyamanan masyarakat serta efektivitas dalam meningkatkan mobilitas perkotaan. Dengan kebijakan dan inovasi yang tepat, sistem transportasi di Makassar dapat berkembang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Penulis: Ardhi