MAKASSAR—Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham terus berupaya mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui strategi terpadu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Langkah ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Munafri menegaskan bahwa pemerintah akan fokus pada pemetaan kondisi masyarakat untuk mengidentifikasi kebutuhan prioritas, seperti akses air bersih, sanitasi, perbaikan jalan lingkungan, dan peningkatan daya beli.

“Upaya ini harus berbasis data. Kita akan melihat secara detail kondisi masyarakat, memahami persoalan utama, dan mencari solusi terbaik agar daya beli masyarakat meningkat,” ujar Munafri, Jumat (14/3).

Sebagai bagian dari visi-misi kepemimpinannya, Munafri-Aliyah menggandeng berbagai pemangku kepentingan untuk bergotong royong dalam menanggulangi kemiskinan.

Upaya ini mencakup pemberdayaan sosial, pengembangan UMKM, pelatihan wirausaha muda, serta kemudahan investasi untuk mendorong penciptaan lapangan kerja.

“Salah satu strategi utama adalah mempercepat urbanisasi yang inklusif dan memberdayakan rumah tangga miskin agar mereka memiliki tambahan penghasilan. Kami akan mengoptimalkan program-program yang mendukung hal ini,” tambah Ketua DPD II Golkar Makassar tersebut.

Program pengentasan kemiskinan yang tengah disiapkan meliputi pelatihan dan pendidikan, bantuan modal usaha, serta pendampingan dalam pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha.

“Jika ini berjalan dengan baik, dalam 1-2 tahun ke depan kita bisa melihat dampaknya. Target kita jelas, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara bertahap,” ujar Munafri.

Selain itu, Pemkot Makassar juga mendorong investasi dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Munafri menekankan pentingnya peningkatan keterampilan masyarakat agar siap bersaing di pasar kerja.

“Kami juga menerapkan konsep ‘Ekonomi Core’, yang fokus pada penguatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat. Ini bukan sekadar mengeluarkan anggaran, tapi memastikan investasi yang dilakukan berdampak nyata pada kesejahteraan warga,” pungkasnya.

Langkah-langkah ini diharapkan mampu mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem di Makassar, sekaligus membangun perekonomian kota yang lebih berdaya saing dan inklusif.

Penulis:Anugrah