MAKASSAR —Upaya menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Makassar terus menjadi fokus pasangan Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham (MULIA).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam lima tahun ke depan, mereka menyiapkan program strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu langkah utama yang akan dilakukan adalah membuka lebih banyak lapangan pekerjaan melalui kerja sama dengan perusahaan lokal dan nasional.

Program ini diprioritaskan bagi warga Makassar agar mereka memiliki akses lebih luas terhadap pekerjaan.

“Kami akan prioritaskan warga Makassar untuk mendapatkan kesempatan kerja. Jangan sampai ada tenaga kerja dari luar jika masyarakat lokal mampu mengisi posisi tersebut,” ujar Munafri, Selasa (25/2).

Selain itu, program pengentasan kemiskinan akan diperkuat dengan pembenahan sistem pendataan penduduk.

Dengan data yang akurat, bantuan sosial dapat disalurkan secara tepat sasaran tanpa adanya ketimpangan.

“Tidak boleh ada yang merasa tidak mendapat haknya. Dengan data yang akurat, bantuan akan langsung diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.

Untuk sektor UMKM, pasangan MULIA juga menyiapkan program bantuan modal usaha gratis bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu pelaku usaha kecil.

Bantuan ini diberikan tanpa bunga dan tanpa perlu dikembalikan, sehingga dapat membantu usaha kecil berkembang dan menciptakan lapangan kerja baru.

Selain itu, akan dibangun pusat pelatihan keterampilan (BLK Plus) untuk meningkatkan kemampuan anak muda Makassar dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

Program ini mencakup pelatihan keterampilan teknis serta pengembangan soft skill seperti komunikasi dan pemahaman teknologi digital.

“Kami ingin anak muda Makassar lebih siap menghadapi era digital dan memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman,” tambahnya.

Dengan berbagai program ini, pasangan Munafri-Aliyah optimistis dapat membawa perubahan nyata bagi masyarakat Makassar, terutama dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga.

Penulis: Ardhi