Lintaskabar.id, Makassar — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2026 bertema “Cerdas Finansial, Cakap Digital” yang berlangsung di Hotel Melia Makassar, Selasa (23/6/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Mewakili Wali Kota Makassar, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Makassar, Muhammad Amri, menegaskan bahwa masyarakat perlu memiliki kemampuan mengelola keuangan dan memanfaatkan teknologi digital secara produktif di tengah perkembangan ekonomi yang semakin cepat.

Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya mampu menghasilkan pendapatan. Mereka juga harus memahami cara mengelola keuangan, memanfaatkan layanan keuangan formal, membangun aset, serta mematuhi regulasi yang mendukung aktivitas ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.

“Kami berharap masyarakat tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi untuk memperoleh penghasilan, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola keuangan, membangun aset, memanfaatkan akses keuangan formal, serta memahami berbagai regulasi yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi,” ujar Muhammad Amri saat membuka kegiatan.

Puluhan Peserta dari Berbagai Kalangan Ikut Ambil Bagian

Panitia menghadirkan puluhan peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas digital, content creator, freelancer, hingga generasi muda produktif.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Makassar berupaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang sehat sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk kegiatan ekonomi yang produktif.

BPR Kota Makassar Dorong Pelaku Usaha Kelola Keuangan dengan Baik

Direktur Utama BPR Kota Makassar, Rafika Rijal, menilai literasi keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha dan generasi produktif saat mengambil keputusan finansial.

Menurut Rafika, banyak pelaku usaha masih menganggap permodalan sebagai hambatan utama dalam mengembangkan bisnis. Padahal, kemampuan mengelola keuangan, membangun rekam jejak usaha yang sehat, serta memanfaatkan pembiayaan secara produktif juga menentukan keberhasilan usaha.

“Permodalan sering dianggap sebagai hambatan utama dalam pengembangan usaha. Padahal, yang tidak kalah penting adalah bagaimana mengelola keuangan dengan baik, membangun rekam jejak usaha yang sehat, serta memanfaatkan pembiayaan secara produktif. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mendorong masyarakat agar semakin percaya diri mengakses layanan keuangan formal untuk mendukung pengembangan usahanya,” kata Rafika.

Hadirkan Pakar Pajak, Keuangan, dan Kewirausahaan

Selain menghadirkan peserta dari berbagai sektor, panitia juga mengundang sejumlah narasumber yang memiliki keahlian di bidang perpajakan, keuangan, dan kewirausahaan. Mereka antara lain Dasa Midharma Putera dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara, Direktur Utama BPR Kota Makassar Rafika Rijal, Financial Planner Dr. Dien Triana, serta praktisi kewirausahaan Ahmad Fadli Taufik.

Para narasumber membahas berbagai materi, mulai strategi permodalan usaha, pengelolaan keuangan pribadi, pembangunan aset, pengembangan UMKM, hingga pemahaman perpajakan bagi pelaku usaha dan ekonomi digital.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap masyarakat semakin cakap dalam mengelola keuangan, memanfaatkan peluang ekonomi secara produktif, dan memperluas akses terhadap layanan keuangan formal.

Dengan demikian, masyarakat dapat berkontribusi lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (Ar)