MAKASSAR—Walikota Makassar terpilih, Munafri Arifuddin, atau yang akrab disapa Appi, angkat bicara terkait polemik pengangkatan Mochtar Djuma sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum KONI Makassar melalui rapat pleno baru-baru ini.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Appi menyerukan pentingnya menjaga solidaritas dan menghormati aturan organisasi.

Apalagi kata dia, saat ini di kota Makassar masih ada Wali kota yang aktif dalam menjalankan tugas -tugas pemerintahan

“Sebagai pihak yang dimintai pertimbangan, saya hanya memberikan saran agar semua pihak tetap berpegang pada anggaran dasar dan rumah tangga organisasi,” ujarnya, saat menghadiri Silaturahmi perkumpulan cabang Olahraga Makassar di Hotel Aryaduta, Senin (20/1).

Menurutnya, aturan dan pedoman yang ada seharusnya menjadi landasan bersama untuk memastikan konsolidasi organisasi.

“Persiapan program kerja ke depan, seperti rakor dan kegiatan lainnya, membutuhkan solidaritas. Jika internal saja masih ada konflik, bagaimana kita mau berbicara tentang peningkatan prestasi olahraga?” tambah Appi.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan pandangan bahwa solusi terbaik dalam menghadapi permasalahan internal organisasi adalah melakukan evaluasi tanpa merusak fondasi yang sudah ada.

“Kalau ada rumah yang bermasalah, jangan rumahnya dihancurkan. Perbaiki orang-orangnya, karena rumah itu masih bisa berdiri kokoh jika dikelola dengan baik,” tegasnya.

Appi juga menekankan bahwa olahraga memiliki peran strategis dalam tata pemerintahan.

“Olahraga bukan hanya tentang prestasi. Ini adalah instrumen penting yang bisa mengurangi pengangguran, membangun tenaga kerja, dan memberikan kebanggaan bagi daerah. Oleh karena itu, pemerintah harus memikirkan infrastruktur olahraga yang sesuai standar untuk mendukung peningkatan kualitas atlet,” paparnya.

Appi menyatakan komitmennya untuk mendukung KONI Makassar agar lebih baik ke depannya.

“Ini bukan ranah politik lagi. Kita fokus pada bagaimana olahraga bisa menjadi salah satu pilar penting pembangunan di Makassar. Pemerintah akan terus mendukung, termasuk menyediakan anggaran yang dibutuhkan,” tutupnya.

Dengan harapan besar, Appi mengajak semua pihak untuk bersatu dan menjadikan olahraga sebagai alat pemersatu serta kebanggaan bagi Makassar.

Sementara itu Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI Kota Makassar, Andi Yasin Iskandar, kembali menyampaikan sikap terkait polemik penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum KONI Makassar. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah mengirim surat ke KONI Provinsi Sulawesi Selatan untuk meninjau ulang proses penunjukan tersebut.

“Menurut kami, jangan sampai penunjukan Plt ini tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART),” ujarnya.

Acil, sapaan akrab Andi Yasin Iskandar, menekankan pentingnya proses yang sesuai aturan dalam pemilihan Plt. Ia menyebut bahwa sesuai ketentuan, Plt Ketua seharusnya berasal dari unsur pimpinan organisasi.

“Jika kita mengacu pada pasal-pasal yang ada, mestinya yang menjadi Plt adalah unsur pimpinan,” tambahnya.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan agar proses organisasi berjalan sesuai dengan aturan yang telah disepakati bersama, sehingga tidak menimbulkan polemik yang berkepanjangan di internal KONI Makassar.

Penulis:Ardhi