Lintaskabar.id, Makassar – Universitas Negeri Makassar (UNM) memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu taruna Akademi Maritim Indonesia (AMI) AIPI Makassar meningkatkan kemampuan Maritime English.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Melalui AI chatbot, para calon pelaut bisa berlatih berbicara kapan saja tanpa harus bergantung pada instruktur.

UNM menggelar Maritime AI Conversation Camp melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Kegiatan yang berlangsung di Kampus AMI AIPI Makassar, Selasa (8/7/2026), itu diikuti 35 taruna dan taruni.

UNM Kenalkan AI sebagai Teman Latihan

Tim PKM UNM mengenalkan AI chatbot sebagai teman latihan berbicara untuk membantu peserta melatih kemampuan bahasa Inggris maritim secara mandiri. Dengan cara ini, para taruna dapat berlatih lebih sering dan menyesuaikan waktu belajar mereka sendiri.

Tim PKM yang terdiri atas Dr. Nur Aeni, S.Pd., M.Pd., Dr. Musdalifah, S.Pd., M.Pd., dan Chairil Anwar Korompot, M.A., Ph.D. juga menjelaskan pentingnya Maritime English sebagai bahasa komunikasi internasional di dunia pelayaran.

Ketua Tim PKM UNM, Dr. Nur Aeni, mengatakan setiap pelaut harus mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris sesuai standar International Maritime Organization (IMO) dan International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW).

“Taruna tidak hanya dituntut memahami tata bahasa, tetapi juga harus mampu berkomunikasi secara lisan dalam situasi nyata di kapal. Karena itu, pemanfaatan AI chatbot menjadi solusi inovatif untuk memberikan kesempatan latihan berbicara yang lebih intensif dan fleksibel,” ujarnya.

Taruna Praktik Langsung

Selanjutnya, para peserta mempraktikkan Standard Marine Communication Phrases (SMCP) melalui berbagai simulasi. Mereka berlatih Bridge Watch Handover, berkomunikasi dengan Port Control, hingga melakukan Mayday Call saat menghadapi kondisi darurat.

Selain itu, para taruna juga belajar membuat prompt yang tepat agar AI chatbot memberikan jawaban sesuai situasi di atas kapal. Cara ini membuat latihan terasa lebih nyata dan mudah dipahami.

Kepercayaan Diri Peserta Meningkat

Pelatihan berlangsung melalui demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan refleksi. Berdasarkan hasil evaluasi, sebagian besar peserta mengaku lebih percaya diri menggunakan bahasa Inggris maritim setelah mengikuti kegiatan tersebut. Mereka juga menilai AI chatbot dapat menjadi media belajar yang praktis untuk digunakan secara mandiri.

Program PKM ini berada di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (LP2M) UNM yang dipimpin Prof. Oslan Jumadi, S.Si., M.Phil., Ph.D.

Melalui program ini, UNM ingin membantu para taruna meningkatkan kemampuan komunikasi internasional agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri maritim. Di saat yang sama, UNM juga terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. (**)