Lintaskabar.id, Makassar – Universitas Hasanuddin (Unhas) memulai Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di Kabupaten Maros. Program ini menjadi KKN tematik pertama di Indonesia yang berfokus pada penguatan keterbukaan informasi publik di tingkat desa dan kelurahan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Unhas mengawali program tersebut melalui Seminar Program Kerja Mahasiswa KKN Gelombang 116 di Kantor Kecamatan Turikale, Jumat (10/7/2026). Lewat program ini, mahasiswa akan mendampingi pemerintah desa dan kelurahan meningkatkan layanan informasi publik berbasis digital.

Seminar itu dihadiri Ketua Komisi Informasi (KI) Sulawesi Selatan Fauziah Erwin, Camat Turikale Nasaruddin, PPID Pelaksana Universitas Hasanuddin Ahmad Bahar, dosen pembimbing KKN Ishaq Rahman, perangkat desa dan kelurahan, serta mahasiswa peserta KKN Tematik KIP.

KI Sulsel Tekankan Pentingnya Keterbukaan Informasi

Ketua KI Sulsel, Fauziah Erwin, menegaskan keterbukaan informasi publik merupakan hak setiap warga negara yang dijamin undang-undang. Karena itu, setiap badan publik wajib membuka informasi yang bersifat publik dan melindungi informasi yang dikecualikan sesuai aturan.

“Menutup-nutupi informasi yang wajib diumumkan dapat menimbulkan konsekuensi hukum. Sebaliknya, membuka informasi yang seharusnya dikecualikan juga memiliki sanksi,” ujarnya.

Selain menjelaskan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, Fauziah juga memaparkan Peraturan Komisi Informasi dan Standar Layanan Informasi Publik Desa dan Kelurahan sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2026.

Menurutnya, badan publik harus memahami klasifikasi informasi agar pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai ketentuan.

“Karena itu, badan publik harus memahami dengan baik klasifikasi informasi yang dapat dibuka maupun yang harus dilindungi,” jelas Fauziah.

Ia juga mengapresiasi langkah Unhas yang menggagas KKN Tematik Keterbukaan Informasi Publik.

“Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pelayanan informasi publik sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, akuntabel, dan berbasis digital,” terangnya.

Unhas Libatkan Mahasiswa Perkuat Layanan Informasi

PPID Pelaksana Universitas Hasanuddin, Ahmad Bahar, mengatakan program tersebut menjadi komitmen Unhas untuk memperluas budaya keterbukaan informasi hingga ke desa dan kelurahan.

“Sebagai badan publik yang telah dua tahun meraih predikat Informatif dari Komisi Informasi Pusat, kami ingin praktik baik ini tidak berhenti di lingkungan kampus,” katanya.

Bahar berharap mahasiswa dapat membantu desa dan kelurahan membangun sistem pelayanan informasi yang lebih baik.

“Melalui KKN Tematik Keterbukaan Informasi Publik, kami berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang membantu desa dan kelurahan membangun sistem pelayanan informasi yang lebih baik,” tuturnya.

Ia menambahkan, dukungan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi modal penting untuk menyukseskan program tersebut.

“Kami bersyukur program ini mendapat sambutan yang sangat baik. Ini menjadi langkah awal untuk memperluas implementasi keterbukaan informasi publik melalui pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sehingga kehadiran Universitas Hasanuddin semakin memberikan dampak nyata,” tambahnya.

Mahasiswa Hadirkan Inovasi Digital di Desa

Dosen Pembimbing KKN Kecamatan Turikale, Ishaq Rahman, mengatakan Unhas menggagas program ini karena masih banyak desa dan kelurahan yang membutuhkan pendampingan dalam pengelolaan informasi publik.

“Alhamdulillah, tahun lalu Universitas Hasanuddin mendapatkan penghargaan sebagai kampus dengan PPID terbaik,” ucapnya.

“Namun kami melihat masih banyak desa dan kelurahan, termasuk di sekitar wilayah kampus, yang menghadapi tantangan dalam pengelolaan keterbukaan informasi. Dari kondisi itulah lahir gagasan menghadirkan KKN Tematik Keterbukaan Informasi Publik,” ujar Ishaq.

Mahasiswa di Kelurahan Turikale akan mengembangkan website layanan informasi publik, membuat akun Instagram resmi PPID kelurahan, serta menyiapkan berbagai media edukasi digital agar masyarakat lebih mudah mengakses informasi pemerintahan.

Sementara itu, mahasiswa di Desa Kurusumange akan mengedukasi masyarakat memanfaatkan website desa sebagai sumber informasi resmi. Mereka juga menyiapkan video profil desa untuk memperkuat publikasi digital.

Camat Turikale Dukung Program KKN Tematik

Camat Turikale, Nasaruddin, menyambut baik pelaksanaan KKN Tematik Keterbukaan Informasi Publik. Menurutnya, program tersebut membantu aparatur pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.

“Seminar ini memberikan nilai tambah bagi kami dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Harapannya, keterbukaan informasi semakin baik dan pemahaman aparatur mengenai pelayanan informasi publik juga terus meningkat,” tukasnya. (Ar)