Lintaskabar.id, Makassar — Kepala Humas dan Komunikasi Universitas Bosowa (Unibos), Fenica Salsabila Malsyasila, S.Tr.Kom., membekali relawan Palang Merah Remaja (PMR) se-Sulawesi Selatan dalam Ajang Kreativitas Sahabat Remaja (AKSARA) VIII yang digelar PMR WIRA Unit 003 SMA Negeri 3 Maros.
AKSARA yang rutin digelar sejak 2012 menjadi wadah pengembangan kreativitas dan keterampilan anggota PMR tingkat Madya dan Wira. Selain mengikuti lomba, peserta juga belajar penulisan berita, fotografi, dan videografi dari praktisi.
Fenica Ajak Relawan Gunakan Media untuk Kemanusiaan
Dalam materi bertajuk “Media adalah Alat Kemanusiaan”, Fenica mengajak peserta memanfaatkan media sosial sebagai sarana membangun kepedulian, mengedukasi masyarakat, dan menggerakkan aksi kemanusiaan.
“Konten yang baik bukan sekadar mengejar viral atau banyak ditonton. Konten yang benar-benar bernilai adalah konten yang mampu membuat orang peduli, memahami persoalan, lalu tergerak melakukan sesuatu. Itulah mengapa media harus kita jadikan sebagai alat kemanusiaan,” ungkap Fenica. Baru-baru ini.
Ia menegaskan setiap konten harus memberi manfaat dan membawa dampak positif bagi masyarakat.
Peserta Asah Keterampilan Produksi Konten
Fenica membagikan pengalamannya di bidang multimedia dan komunikasi digital. Ia mengajarkan peserta mencari ide cerita, menentukan sudut pandang berita, menyusun naskah, hingga mengemas informasi agar menarik.
Peserta juga mempelajari teknik fotografi melalui konsep Segitiga Exposure yang mencakup aperture, shutter speed, dan ISO.
Selain itu, Fenica membimbing peserta mempelajari videografi, mulai dari pengambilan gambar, storytelling, komposisi, pergerakan kamera, hingga teknik menghasilkan video yang komunikatif.
Kreator Harus Mampu Menangkap Cerita
Fenica juga menjelaskan strategi membuat konten edukatif serta teknik penyuntingan video, seperti penggunaan transisi, musik, dan color grading.
Menurutnya, kemampuan teknis harus diiringi kepekaan melihat peristiwa.
“Semua orang hari ini bisa mengambil gambar, tetapi tidak semua orang mampu menangkap cerita. Kamera hanyalah alat, sedangkan yang membuat sebuah karya menjadi bermakna adalah cara kita melihat peristiwa, menemukan nilai di dalamnya, lalu menyampaikannya dengan jujur dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Peserta Siapkan Karya Edukasi
Usai pelatihan, peserta akan mengikuti kompetisi publikasi AKSARA VIII yang meliputi penulisan berita, fotografi, videografi, dan presentasi karya.
Mereka akan memproduksi video berita dan video edukasi bertema Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pengelolaan sampah, sanitasi, serta pencegahan penyakit berbasis lingkungan untuk dipublikasikan di berbagai platform digital.
Unibos Dukung Generasi Kreatif
Peserta mengikuti pelatihan dengan antusias dan aktif berdiskusi mengenai produksi konten, media sekolah, media sosial, hingga personal branding relawan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Bosowa menegaskan komitmennya mendukung pengembangan kemampuan komunikasi digital generasi muda agar mampu menghasilkan karya kreatif yang tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. (Ag)







