Lintaskabar.id, Makassar — Peringatan Hari Buruh Internasional setiap 1 Mei kembali menjadi simbol perjuangan pekerja dalam menuntut keadilan dan kesejahteraan. Namun, tahun ini Pemerintah Kota Makassar menghadirkan konsep baru yang lebih humanis dan inklusif.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pemerintah Kota Makassar menggelar May Day Fest 2026 di Lapangan Karebosi, Jumat (1/5/2026), dengan melibatkan buruh dan berbagai elemen masyarakat.

Sebagai pembuka, Wali Kota Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham memimpin jalan sehat yang dimulai pukul 06.00 WITA. Jajaran SKPD, komunitas buruh, dan masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Rakyat turut meramaikan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Koordinator Koalisi Gerakan Rakyat, Akhmad Rianto, menegaskan bahwa pihaknya sengaja mengubah konsep peringatan tanpa aksi demonstrasi dan menggantinya dengan kegiatan partisipatif.

“Peringatan May Day kali ini kami buat berbeda. Tidak hanya aksi, tapi ada empat kegiatan utama yang kami siapkan,” ujarnya.

Rangkaian Kegiatan dari Jalan Sehat hingga Panggung Rakyat

Panitia menyusun rangkaian kegiatan secara berurutan, mulai dari jalan sehat, rapat akbar buruh (fair gathering), bazar UMKM, hingga panggung rakyat.

Pada sesi rapat akbar pukul 08.00–08.30 WITA, panitia mengundang para pemangku kepentingan untuk menyampaikan sikap dan pandangan terkait isu ketenagakerjaan.

“Kami ingin para pimpinan daerah menyampaikan langsung sikap mereka terhadap kondisi buruh saat ini,” jelas Akhmad.

Di sisi lain, panitia juga membuka bazar UMKM untuk memberi ruang bagi pedagang kecil dan pelaku usaha mikro agar ikut merasakan manfaat ekonomi. Selanjutnya, panitia menutup kegiatan dengan panggung rakyat yang menampilkan seni dan budaya.

Puluhan Organisasi dan Ribuan Peserta Terlibat

Akhmad memperkirakan sekitar 10 ribu peserta akan menghadiri kegiatan ini. Berbagai organisasi ikut berpartisipasi, mulai dari konfederasi buruh, petani, mahasiswa, hingga pedagang pasar tradisional.

Secara keseluruhan, sekitar 43 organisasi bergabung dalam peringatan May Day tahun ini.

Angkat Isu Strategis Ketenagakerjaan

Koalisi Gerakan Rakyat memanfaatkan momentum ini untuk mendorong sejumlah isu penting. Mereka mendesak pengesahan RUU Ketenagakerjaan, menolak upah murah dan sistem outsourcing, serta menuntut pelaksanaan reforma agraria.

Selain itu, mereka menyoroti persoalan PHK, mendorong industrialisasi, dan meminta pemerintah menjaga stabilitas global yang berdampak pada pekerja.

“Kami ingin isu-isu buruh mendapat perhatian serius, termasuk penegakan hukum ketenagakerjaan yang masih lemah,” tegas Akhmad.

Panitia juga memberi ruang terbuka bagi kepala daerah dan pemangku kebijakan untuk menyampaikan orasi. Dengan langkah ini, mereka ingin menghadirkan dialog langsung antara buruh dan pemerintah.

Pemkot Pastikan Kegiatan Aman dan Kondusif

Wali Kota Munafri Arifuddin menegaskan bahwa peringatan May Day 2026 harus berlangsung meriah sekaligus membawa dampak positif bagi kesejahteraan pekerja.

Ia memastikan Pemerintah Kota Makassar menyiapkan sarana dan prasarana serta berkoordinasi dengan Forkopimda agar kegiatan berjalan aman dan tertib.

“Kami ingin kegiatan ini berlangsung lancar, aman, dan penuh kegembiraan sebagai ruang bersama antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha,” pungkasnya. (Ar)