Lintaskabar.id, Sidrap – Modernisasi sektor peternakan terus berjalan di Sulawesi Selatan. Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, meninjau peternakan ayam petelur berteknologi tinggi milik pengusaha di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bupati Sidrap Tinjau Kandang Modern

Bupati Syaharuddin Alrif mengunjungi peternakan ayam petelur dengan sistem kandang modern tertutup yang diklaim sebagai salah satu teknologi paling mutakhir di dunia.

Sistem Big Dutchman dari Jerman

Manajer Close House PT Cahaya Tiga Putri, Sarpin, menjelaskan bahwa pengelola menggunakan sistem Big Dutchman asal Jerman untuk mengontrol suhu, ventilasi, dan alur produksi telur secara otomatis.

“Berbeda dengan kandang konvensional, seluruh sistem di kandang ini dikendalikan secara digital tanpa pengaturan manual, kecuali pada aspek kebersihan yang tetap diawasi secara berkala,” bebernya, Sabtu (17/1).

Produksi Otomatis dan Berkualitas

Pengelola menjaga suhu kandang dengan cooling pad dan kipas otomatis agar ayam tetap berada pada kondisi ideal. Telur hasil produksi langsung mengalir ke tempat penampungan tanpa sentuhan tangan.

“Kapasitas kandang mencapai puluhan ribu ekor ayam petelur. Dengan tingkat produksi optimal, peternakan ini mampu menghasilkan ribuan butir telur setiap hari, dengan kualitas dominan grade A. Telur berwarna cokelat cerah dengan cangkang mengilap menjadi ciri utama hasil produksi,” tegasnya.

Limbah Diolah, Ternak Terjaga

Pengelola mengolah kotoran ayam menjadi pupuk untuk mendukung peternakan berkelanjutan.

“Untuk menjaga kesehatan ternak, tenaga medis rutin melakukan pemeriksaan guna mencegah dan menangani potensi penyakit,” imbuhnya.

Pasar Luar Daerah Akui Kualitas

Owner PT Cahaya Tiga Putri, H. Usman Appas, membangun kandang modern setelah pasar luar daerah mengeluhkan kualitas telur Sulawesi. Setelah mempelajari sistem di Jawa, ia menerapkan teknologi modern dan mendapat respons positif.

“Awalnya kualitas telur Sulawesi sering dibandingkan dengan Jawa. Setelah kami terapkan sistem modern, ternyata pasar luar daerah kaget dan mengakui kualitasnya,” ujarnya.

Investasi Tingkatkan Daya Saing

Usman Appas menyebut satu unit kandang modern membutuhkan investasi belasan miliar rupiah untuk pembangunan, peralatan, dan pengadaan ayam.

“Meski demikian, teknologi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing peternak lokal,” jelasnya.

Pemda Dorong Transformasi

Bupati Syaharuddin Alrif menyambut baik hadirnya peternakan modern tersebut. Sebagai Lumbung Telur Indonesia, Sidrap mendorong peternak mengubah kandang konvensional menjadi kandang modern. Pemerintah daerah menyiapkan kemudahan perizinan, akses modal, pasar, dan pasokan listrik.

“Ke depan, Sidrap menargetkan peningkatan populasi ayam petelur secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang, guna mendukung swasembada telur nasional, khususnya untuk memenuhi kebutuhan wilayah Indonesia Timur,” katanya.

Jadi Teladan Peternak

Syaharuddin berharap kandang modern ini menjadi contoh bagi peternak lain agar beralih ke sistem modern seperti di negara maju.

“semoga dengan adanya kandang petelur ayam modern menjadi contoh dan pemicu bagi peternak lain untuk beralih ke sistem modern,” tutupnya. (Ar)