Lintaskabar.id, Makassar – Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron memberikan perhatian serius kepada seluruh pengurus DPC Partai Demokrat se-Sulawesi Selatan terkait pentingnya konsolidasi organisasi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia menegaskan bahwa penyelesaian struktur partai hingga ke tingkat anak ranting menjadi agenda yang harus segera dituntaskan.

“Tolong DPC menyelesaikan pembentukan struktur partai sampai ke level anak ranting. Minimal harus ada lima pengurus aktif di setiap anak ranting,” ujar Herman dalam sambutannya sebelum membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Demokrat Sulawesi Selatan yang berlangsung di Claro Hotel, Kamis malam (13/11).

Herman bahkan memberi opsi bagi ketua DPC yang merasa tidak mampu menjalankan instruksi tersebut. “Kalau tidak sanggup, silakan kembalikan mandat kepada DPD. Tapi kalau sanggup, selesaikan, dan saya siap pasang badan agar bisa kembali memimpin di DPC masing-masing,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan pesan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kepada seluruh pengurus dan anggota fraksi agar tidak berdiam diri.

“Jangan tidur, jangan koma! Rakyat menunggu kerja nyata kita. Mereka berharap wakil-wakilnya, baik di eksekutif maupun legislatif, sungguh-sungguh memperjuangkan nasib mereka,” ungkapnya.

Herman menyinggung bahwa gelombang demonstrasi yang terjadi beberapa waktu terakhir menunjukkan bahwa masyarakat tidak pasif.

“Itu bukti rakyat bisa marah, bahkan anarkis, bila pemimpinnya tidak peduli dan tidak bekerja dengan baik. Karena itu, teruslah bekerja untuk mewujudkan kerja nyata bagi rakyat,” tambah presidium KAHMI pusat tersebut.

Menurutnya, kantor DPD hingga DPC harus selalu terbuka untuk menerima aspirasi masyarakat.

“Tanggapi dan selesaikan jika memungkinkan. Jika DPC tidak mampu, kolaborasikan dengan DPD. Dan bila masih tidak bisa, sampaikan ke DPP. Saya siap membantu meneruskan surat ke kementerian terkait. Minimal ada harapan rakyat yang dapat kita perjuangkan,” jelasnya.

Mengenai politik praktis, Herman mengingatkan bahwa Demokrat tidak boleh terjebak pada pola pikir pragmatis. “Partai lain boleh berpikir uang, tapi Demokrat harus mengutamakan pendekatan dan kerja-kerja kemasyarakatan. Kemenangan itu bukan soal uang, tetapi soal strategi. Saya empat kali terpilih sebagai anggota DPR RI tanpa pernah melakukan serangan fajar,” ucapnya.

Ia menilai tantangan politik ke depan tidak semakin mudah. “Anggaplah ketika Demokrat berkonsolidasi, partai lain juga melakukan hal yang sama. Kita sama-sama bergerak dan berlari. Yang menentukan adalah siapa yang konsisten bekerja, punya daya tahan, dan tidak banyak melakukan kesalahan,” paparnya.

Herman berharap Rakerda benar-benar dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi internal.

Ia sepakat dengan tema “Penguatan Institusi” karena hanya dengan institusi yang kuat tujuan organisasi dapat dicapai. “Kita pernah berjaya pada 2009, mengirim enam wakil ke DPR RI. Saya kira itu target optimal. Silakan rumuskan strateginya dalam Rakerda ini,” pesannya.

Ia hadir bersama Wasekjen Wilayah Sulawesi, Umar Arsal, serta Deputi OKK dan jajaran pengurus DPP lainnya.

Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, H. Ni’matullah, SE., Ak., turut menegaskan tiga hal penting untuk memenangkan kontestasi politik: care (peduli), action (bertindak), dan win (menang).

“Peduli itu luas, bukan hanya kepada rakyat atau konstituen, tetapi juga kepada partai kita sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kepedulian harus diwujudkan dalam tindakan nyata. “Peduli tidak cukup hanya dengan kata-kata. Harus ada aksi di lapangan. Jika kepedulian dibuktikan dengan tindakan, barulah kemenangan dapat diraih,” tuturnya. Ni’matullah hadir bersama Ketua Srikandi Demokrat Sulsel, Tenri Megawati.

Rakerda ini dihadiri oleh pengurus DPD dan DPC Partai Demokrat se-Sulawesi Selatan, serta anggota Fraksi Demokrat. Hadir pula sejumlah kader utama, seperti Wakil Wali Kota Makassar, Hj. Aliyah Mustika; Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle; dan Wakil Bupati Luwu, Devi Bijak Pawindu. (Ar)