MAKASSAR,— Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh Tarekat Al Muhammadiyah Al Sanusiyah Al Idrisiyah Indonesia di Aula Kantor LAN RI, Jalan Raya Baruga, Kecamatan Manggala, Makassar, Minggu (19/10).
Acara keagamaan tersebut dihadiri oleh para Muslimin dan Muslimah anggota tarekat dari berbagai daerah, Camat Manggala, perwakilan pondok pesantren, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan dapat bersilaturahmi bersama keluarga besar Tarekat Al Muhammadiyah.
“Peringatan Maulid ini bukan sekadar tradisi spiritual, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Wali Kota Makassar itu menilai momentum Maulid Nabi menjadi ajang memperkuat keimanan sekaligus mempererat persaudaraan umat.
“Pemerintah Kota Makassar sangat menghormati peran tarekat dan para ulama dalam menjaga nilai-nilai keislaman serta moral masyarakat,” jelasnya.
Munafri menegaskan, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun Makassar. Ia menyebut peran ulama, kiai, dan tokoh agama sangat penting dalam membimbing masyarakat, terutama di tengah berbagai tantangan zaman.
“Kami membutuhkan dukungan, doa, dan bimbingan dari para guru tarekat, ulama, dan kiai agar setiap langkah pembangunan di kota ini dapat berjalan dengan baik. Nasihat para ulama adalah penyempurna bagi kami,” tutur mantan CEO PSM Makassar itu.
Munafri juga mengungkapkan rasa terima kasih atas doa para ulama dan masyarakat yang menurutnya menjadi kekuatan besar hingga ia dipercaya memimpin Kota Makassar.
“Alhamdulillah, dulu saya hadir di majelis ini sebagai calon, dan hari ini saya hadir sebagai Wali Kota Makassar. Tapi perjuangan belum selesai, perjalanan masih panjang dan membutuhkan kebersamaan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Kota Makassar harus dilakukan secara kolaboratif. Pemerintah, ulama, masyarakat, hingga ibu-ibu majelis taklim harus berjalan bersama membangun kota yang beriman dan berakhlak.
“Makassar harus maju dengan kekuatan persatuan dan keimanan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Tarekat Al Muhammadiyah Indonesia, KH. Amirullah Amri, menuturkan bahwa fungsi tarekat adalah membina akhlak lahir dan batin.
“Tarekat hadir bukan untuk memisahkan umat, tetapi untuk memperbaiki akhlak. Di era penuh ujian ini, kita tidak cukup hanya dengan ilmu, tetapi juga dengan kekuatan hati dan bimbingan ruhani,” ungkapnya.
KH. Amirullah juga mengajak seluruh jamaah untuk memperkuat silaturahmi dan memperbanyak dzikir sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Acara ditutup dengan pembacaan maulid, dzikir bersama, dan doa untuk keselamatan bangsa serta kemajuan Kota Makassar.
Penulis: Ardhi






