MAKASSAR — Di tengah naiknya kebutuhan hidup, awal tahun ajaran baru biasanya jadi beban tersendiri bagi orang tua.
Banyak yang harus mengatur ulang keuangan hanya untuk kebutuhan sekolah anak dari buku, tas, sampai seragam. Tapi tahun ajaran 2025/2026, orang tua di Makassar bisa sedikit bernapas lega.
Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham meluncurkan program pembagian seragam gratis untuk siswa baru SD dan SMP. Program ini langsung terasa manfaatnya bagi banyak keluarga.
Dewi, ibu rumah tangga dan orang tua murid di SD Negeri Lariangbangngi, mengaku sangat terbantu. Ia tak perlu lagi mengorbankan keperluan rumah tangga demi membelikan seragam untuk anak pertamanya yang mulai sekolah dasar.
“Alhamdulillah, saya bersyukur. Ini anak pertama masuk sekolah, jadi pengeluarannya memang lumayan besar,” kata Dewi, Selasa (5/8).
Program seragam gratis ini memang jadi salah satu upaya nyata Pemkot Makassar untuk meringankan beban ekonomi warga, khususnya di bidang pendidikan. Komitmen ini terlihat jelas dari pendistribusian seragam gratis ke seluruh siswa baru SD dan SMP.
Respon positif datang dari banyak orang tua, termasuk di SD Negeri Lariangbangngi. Dewi bilang, paket seragam lengkap yang ia terima benar-benar membantu. “Sebagai ibu rumah tangga, bantuan ini sangat terasa,” ucapnya.
Program ini jadi bagian dari visi Munafri-Aliyah untuk memastikan akses pendidikan makin merata dan beban keluarga menengah ke bawah sedikit berkurang. Dewi pun menyampaikan langsung terima kasih pada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar. “Bantuan ini sangat kami rasakan. Kami merasa diperhatikan dan dimudahkan di awal tahun ajaran,” ujarnya.
Kebijakan bagi-bagi seragam ini memang sudah diprioritaskan oleh Pemkot Makassar sebagai salah satu program unggulan di sektor pendidikan. Tidak sekadar bantuan, tapi juga jadi cara memastikan semua siswa punya semangat dan kesempatan yang sama, tanpa dibatasi soal ekonomi.
Pemerintah ingin menghapus rasa minder atau takut bersekolah hanya karena soal seragam. Setiap anak Makassar berhak tumbuh dan berprestasi tanpa hambatan biaya.
Distribusi seragam dilakukan bertahap dan diawasi ketat supaya tepat sasaran. Semua siswa baru dapat paket seragam sesuai jenjang pendidikan.
Wawan, wali murid lain di sekolah yang sama, juga menyambut baik program ini. Ia bilang, sebagai orang tua dengan beberapa anak yang sekolah, bantuan seragam gratis sangat terasa manfaatnya.
“Senang sekali, sangat membantu. Anak saya tidak cuma satu yang sekolah, jadi program ini benar-benar meringankan,” katanya.
Ia pun tak lupa mengucapkan terima kasih pada Pemkot Makassar. “Kami orang tua murid sangat bersyukur, beban kami berkurang, terutama saya sebagai ibu rumah tangga,” tambahnya.
Program seragam gratis ini jadi bagian dari visi besar Munafri-Aliyah membangun akses pendidikan yang adil dan merata. Program ini juga membantu meringankan beban ekonomi orang tua, terutama setelah pandemi.
Distribusi seragam dilakukan secara bertahap dan merata, dipantau langsung oleh Dinas Pendidikan Kota Makassar untuk memastikan tak ada siswa baru yang terlewat.
Langkah nyata ini tidak cuma diapresiasi warga, tapi juga dapat dukungan dari kalangan pendidik dan organisasi profesi pendidikan. PGRI Sulawesi Selatan dan Dewan Pendidikan menilai program ini sangat relevan, terutama saat tekanan ekonomi makin terasa.
Penulis: Ardhi






