Lintaskabar.id, Makassar – Konferensi Daerah (Konferda) PDIP Sulawesi Selatan dijadwalkan berlangsung pada 24 November 2025 dengan agenda utama pemilihan ketua baru untuk periode 2025–2030.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dari tujuh nama calon Ketua PDIP Sulsel yang telah menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di DPP, kini beredar kabar “bocor halus” terkait komposisi tiga posisi penting Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Andi Ridwan Witri (ARW) disebut-sebut akan menempati posisi Ketua, Mesakh Raymond Rantepadang sebagai Sekretaris, dan Risfayanti Muin dipercaya menjadi Bendahara.

Jika kabar ini benar, maka Mesakh akan menggantikan Rudy Pieter Goni (RPG) sebagai Sekretaris, sementara Risfayanti Muin mengambil alih posisi Alimuddin di periode sebelumnya.

Wakil Ketua PDIP Sulsel, Andi Ansyari Mangkona saat dikonfirmasi tidak membantah maupun membenarkan informasi tersebut.

“Soal bocor halus tiga nama itu bisa saja benar, tapi kita lihat saja nanti. Yang jelas, tujuh calon Ketua PDIP Sulsel sudah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di DPP,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Rabu (29/10/2025).

Diketahui, tujuh calon Ketua PDIP Sulsel yang telah mengikuti tes tersebut ialah Ridwan Andi Witri, Rudy Pieter Goni, Andi Ansyari Mangkona, Alimuddin, Risfayanti Muin, Danny Pomanto, dan Andi Admiral Kaddiraja. Menariknya, nama Mesakh tidak termasuk dalam daftar tersebut.

Lebih lanjut, Andi Ansyari berharap siapapun yang nantinya menempati posisi KSB dapat membawa PDIP Sulsel menjadi lebih kuat menjelang Pemilu 2029.

“Siapa pun yang terpilih, semoga mampu membesarkan partai ini. Saya sendiri kemungkinan masih dipercaya sebagai Ketua Dewan Kehormatan PDIP Sulsel,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa membesarkan partai bukan hanya tugas individu, tetapi merupakan hasil kerja bersama.

“Membesarkan partai itu tidak bisa satu orang saja, melainkan secara kolektif kolegial,” tambah mantan anggota DPRD Sulsel tersebut. (Ar)