MAKASSAR — Setelah melewati serangkaian tahapan seleksi, Tim Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Kota Makassar resmi mengumumkan tiga besar calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ketiganya adalah Kepala Bappeda Andi Zulkifli Nanda, Kepala Pelaksana BPBD Achmad Hendra Hakamuddin, dan Sekretaris DPRD Makassar Dahyal.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, dalam konferensi pers di Media Center Balai Kota Makassar, Jalan Ahmad Yani, Senin (28/4).

“Proses seleksi calon Sekda Makassar telah melalui tahapan panjang dan ketat. Alhamdulillah, hari ini Timsel telah menyerahkan tiga nama terbaik kepada kami,” ujar Munafri.

Munafri, yang juga Ketua DPD II Golkar Makassar, menjelaskan bahwa usai pengumuman ini, Pemkot Makassar akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui Gubernur Sulsel untuk selanjutnya diajukan ke Kementerian Dalam Negeri guna mendapatkan persetujuan penetapan Sekda definitif.

Ia menegaskan seluruh tahapan seleksi dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku, mulai dari tahapan administrasi hingga uji kompetensi, untuk memastikan proses berjalan objektif dan transparan.

“Selanjutnya, saya bersama Ibu Wawali akan duduk bersama memilih satu nama dari tiga kandidat tersebut. Pemilihan ini dilakukan berdasarkan pertimbangan skor, kemampuan, dan presentasi masing-masing calon, demi percepatan pengangkatan Sekda definitif,” jelas Munafri.

Menurutnya, aspek yang menjadi pertimbangan dalam memilih Sekda adalah kemampuan kerja sama, penyelesaian masalah, serta penguasaan terhadap dunia birokrasi. Hal tersebut dinilai berdasarkan hasil tes kompetensi yang telah dilalui para calon.

“Kami mengambil keputusan berdasarkan data ilmiah dari setiap tahapan seleksi, bukan subjektif. Ini semua demi membangun sistem kerja yang solid dan efektif ke depan,” tambah Munafri.

Ia juga mengungkapkan kriteria ideal yang diharapkan dari seorang Sekda, yaitu mampu menjadi perekat antar elemen pemerintahan, sigap, serta menjadi problem solver dalam dinamika birokrasi.

“Kami ingin membangun sistem yang memungkinkan semua elemen bergerak bersama-sama,” tutup Munafri, yang akrab disapa Appi.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya mematuhi prosedur dalam setiap tahapan seleksi.

“Tiga besar ini memang harus dikirimkan sesuai prosedur. Kami berharap, siapapun yang nantinya terpilih adalah sosok yang bijaksana, bertanggung jawab, dan mampu menjalankan tugasnya dengan baik,” ujar Aliyah.

Penulis: Ardhi