MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar secara resmi meluncurkan aplikasi Super Apps “LONTARA+” sebagai solusi layanan publik berbasis digital yang terintegrasi.
Aplikasi ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Makassar untuk menyederhanakan akses layanan bagi warga hanya dalam satu platform digital.
Program unggulan dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham, kini telah terealisasi dengan diperkenalkannya LONTARA+, sebuah aplikasi yang dirancang sebagai integrator utama layanan publik Kota Makassar.
Acara peluncuran berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD) Jl. Jend. Sudirman, Minggu pagi (27/7), dipimpin langsung oleh Munafri Arifuddin bersama Aliyah Mustika Ilham. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Forkopimda Makassar, termasuk Kapolrestabes, serta sejumlah pejabat Pemkot.
Turut hadir Ketua TP PKK Melinda Aksa Mahmud, Sekda Zulkifly Nanda, Kepala Dinas Kominfo Dr. M Roem, tim ahli Pemkot Hudli Huduri dan Dara Nasution, serta perwakilan SKPD lainnya.
Wali Kota Munafri menyampaikan bahwa percepatan transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi keharusan dalam membangun pelayanan publik yang modern dan transparan.
Ia menegaskan bahwa peluncuran LONTARA+ merupakan langkah nyata dari program Sapta MULIA yang mulai berjalan satu per satu.
“Alhamdulillah, hari ini kita wujudkan salah satu program prioritas, yaitu Makassar Super Apps: LONTARA+. Ini bentuk nyata perubahan pelayanan publik menuju era digital,” ujar Munafri di hadapan para undangan.
Ia menjelaskan bahwa LONTARA+ tidak hanya merupakan platform digital semata, melainkan refleksi dari pola pelayanan baru yang mengutamakan keterbukaan, efisiensi, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Blueprint LONTARA+, menurut Munafri, telah dirancang sebagai panduan jangka menengah hingga 2029. Dokumen ini mencakup visi strategis, tahapan implementasi, dan prinsip desain layanan digital Makassar.
“Ini adalah investasi jangka panjang. Kita tidak bicara proyek sesaat, tetapi sistem pelayanan yang bisa terus berkembang dan dipercaya,” tambahnya.
Munafri juga menekankan bahwa LONTARA+ disusun berdasarkan masukan dari berbagai lapisan masyarakat—dari pelajar hingga pedagang kaki lima, dari ibu rumah tangga hingga lansia—agar aplikasi ini benar-benar mewakili kebutuhan masyarakat.
LONTARA+ akan menyatukan layanan yang sebelumnya tersebar di berbagai SKPD ke dalam satu sistem. Mulai dari informasi publik, aduan warga, pajak daerah, hingga program sosial, semuanya bisa diakses melalui satu aplikasi.
“Dulu tiap SKPD punya aplikasinya masing-masing. Sekarang kita satukan dalam satu genggaman agar lebih efektif dan efisien,” jelas Munafri.
Selain integrasi, aplikasi ini juga akan menampilkan data real-time untuk membantu Pemkot mengambil keputusan berdasarkan kondisi aktual. Munafri menambahkan bahwa LONTARA+ akan terus dikembangkan dan disempurnakan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Platformnya sudah ada, tapi kontennya akan terus berkembang. Masyarakat bisa menyampaikan ide dan masukan, karena ini aplikasi milik bersama,” tegasnya.
Munafri juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam mendukung keberhasilan aplikasi ini. Ia mengajak seluruh elemen warga—komunitas, pelaku usaha, akademisi, dan ASN—untuk ikut berperan aktif dalam transformasi digital ini.
Penamaan “Lontara+” dipilih melalui kompetisi EPSTA yang melibatkan anak muda Makassar. Nama tersebut merujuk pada aksara Lontara, peninggalan budaya Bugis-Makassar yang menyimpan sejarah panjang sejak abad ke-14.
“Nama ini bukan hanya soal aksara, tapi juga identitas dan nilai budaya lokal yang kita bawa ke dunia digital,” ujar Munafri.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa peluncuran ini merupakan wujud dari kolaborasi dan semangat inovasi anak muda Makassar.
“Saya bangga dengan antusiasme generasi muda dalam menyumbangkan ide untuk Makassar yang lebih inklusif, cerdas, dan melayani,” ucap Aliyah.
Ia berharap LONTARA+ menjadi jembatan baru antara pemerintah dan masyarakat, serta menjadi contoh sinergi antara teknologi dan kearifan lokal.
“Dengan satu aplikasi, layanan publik jadi lebih mudah, cepat, dan terjangkau semua kalangan. Ini bukti kita siap menuju kota yang lebih cerdas dan kolaboratif,” tambahnya.
Aliyah juga memberikan apresiasi kepada para pemenang kompetisi penamaan aplikasi, serta mengajak seluruh masyarakat menggunakan LONTARA+ secara bijak dan aktif.
“Mari kita manfaatkan teknologi ini untuk memperkuat layanan publik yang ramah, efisien, dan menyeluruh,” tutupnya.
Penulis: Ardhi







