MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan, baik melalui penguatan mutu guru maupun pengembangan sumber daya manusia (SDM) siswa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Komitmen tersebut diwujudkan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Dinas Pendidikan Kota Makassar dan Putera Sampoerna Foundation (PSF) terkait program beasiswa.

Penandatanganan berlangsung di Ruang Sipakalebbi, Balai Kota Makassar, Jumat (26/9), disaksikan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman. Dari pihak PSF hadir Senior Director Elan Merdy bersama Head of Program Juliana.

Melalui kerja sama ini, Pemkot Makassar berharap semakin banyak pelajar dan tenaga pendidik yang memperoleh akses pendidikan serta pelatihan berkualitas, sehingga mampu mencetak generasi unggul dan berdaya saing.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan kemitraan dengan PSF menjadi langkah penting dalam membangun sistem pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan.

“Putera Sampoerna Foundation adalah salah satu lembaga terbesar di Indonesia. Kolaborasi ini merupakan wujud nyata keseriusan Pemkot Makassar dalam membangun sistem pendidikan yang lebih baik,” ujar Munafri.

Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan pondasi utama kemajuan bangsa dan harus terus dibenahi agar anak-anak siap menyongsong Generasi Emas 2045.

“Pemerintah Kota tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi dengan semua pihak yang peduli pada dunia pendidikan,” jelasnya.

Munafri juga mengingatkan agar MoU ini ditindaklanjuti dengan implementasi nyata, bukan sekadar seremonial.

“Rencana ini harus dilaksanakan dan dieksekusi bersama sebagai tanggung jawab kolektif,” tambahnya.

Kolaborasi ini diharapkan menghadirkan program beasiswa, peningkatan kapasitas guru, serta pengembangan kurikulum yang sesuai dengan tantangan masa depan.

“Kami menargetkan kemitraan ini menjadi model sinergi pemerintah dan swasta dalam mencetak SDM unggul, kreatif, dan kompetitif,” tegas Munafri.

Program pelatihan guru ini merupakan yang pertama di Kota Makassar. PSF juga telah menyiapkan keberlanjutan, di antaranya program tatap muka tahun depan dengan cakupan lebih luas.

Sementara itu, Juliana selaku Head of Program PSF menegaskan bahwa lembaganya independen dan tidak terkait dengan industri rokok.

“Kami bukan bagian dari perusahaan rokok. Sama sekali tidak berhubungan dengan perusahaan rokok,” tegas Juliana.

Ia menjelaskan, PSF fokus pada pengembangan kualitas pendidikan di Indonesia melalui berbagai program beasiswa dan pelatihan.

Dalam tahap awal, PSF menyiapkan program beasiswa pelatihan khusus bagi 40 guru SD dan SMP terpilih. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan soft skill agar guru mampu menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning) di kelas.

“Dengan meningkatnya kompetensi guru, dampak belajar akan langsung dirasakan siswa sehingga kualitas pembelajaran di sekolah juga meningkat,” jelasnya.

Pelatihan ini digelar secara daring, dengan fokus pada penguatan metode pembelajaran, komunikasi efektif, dan keterampilan kepemimpinan di sekolah.

Juliana menambahkan, satu-satunya syarat bagi peserta hanyalah komitmen penuh untuk mengikuti program. Seleksi dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Makassar berdasarkan motivasi dan kesiapan guru.

“Kami hanya butuh komitmen. Tidak ada syarat lain,” tutup Juliana.

Penulis: Ardhi